TERKINI

    Advertise here

    Jumat, 08 Desember 2017

    Menilik Adat dan Ritual Tahunan Keturunan Raja Silahi Sabungan Se Dunia

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Jumat, 08 Desember 2017    
    Pesta syukuran tahunan keturunan Raja Silahisabungan se dunia  di Silalahi Nabolak Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi  Sumatera Utara, selalu menyelenggarakan acara-acara budaya adat dan ritual.

    Budaya adat dan ritual terpenting yang dilakukan setiap tahunnya adalah manguras dan mamantom horbo (membersihkan dan menyembelih kerbau-red), ulaon hahomion (berdoa khusus-red) di Jabu Parsantian dan ziarah ke Tugu Makam Raja Silahi Sabungan (Tumaras).

    Berikut prosesi budaya adat dan ritual terpenting dari lainnya, yang dilakukan masa kepanitiaan Tungkir Raja 24-26 November 2017 lalu secara berurutan:

    Prosesi Manguras dan Mamantom Horbo (membersihkan dan menyembelih kerbau).

    Manguras dan mamantom merupakan ritual mendoakan seekor kerbau kepada Mulajadinabolon (TUHAN) dan penghormatan jasa leluhur (Raja Silahi Sabungan dan anak-anaknya; Loho, Tungkir, Sondi, Dabutar, Dabariba,Debang, Batu, Tambun serta putrinya Deang Namora).

    Manguras horbo diawali dengan prosesi pergantian Raja Bius Pamantom Horbo (penyembelih kerbau-red) dari Ayah Mira Situngkir  ke anaknya Lemman Situngkir. Pergantian ini dikarenakan usia Mira Situngkir tidak dapat menjalankan tugasnya.

    Sebagai informasi, Raja Pamantom Horbo disetiap hajatan besar Silahisabungan adalah kewenangan dari keturunan Tungkir Raja yang dilaksanakan di kediaman Mira Situngkir.

    Setelah itu Raja Pamantom didampingi keluarga dekat dan dikuti rombongan, melakukan prosesi jalan kaki menuju Jabu Parsantian (rumah persatuan Silahi Sabungan-red) di komplek Tumaras.
    Setelah tiba di halaman Jabu Parsantian acara manguras dan mamantom horbo dimulai.

    Raja Pamantom memimpin doa persembahan dan permohonan kepada Mulajadinabolon. Dilanjutkan dengan manguras horbo.

    Manguras horbo ini, masing masing perwakilan turpuk dari delapan Raja Turpuk melakukan percik air utte pangir (jeruk purut-red) ke kepala kerbau tersebut dengan kesatuan hati yang tulus.
    Setelah kedelapan Raja Turpuk manguras, Raja Pamantom menyembelih kerbau tersebut.

    Prosesi Ulaon Hahomion (Ritual Doa Khusus)

    Ulaon hahomion adalah acara doa-doa khusus kepada Mulajadinabolon ( TUHAN) yang diselenggarakan di Jabu Parsantian.

    Doa-doa yang disampaikan  adalah permintaan kepada Mulajadinabolon agar seluruh rangkaian acara pesta berjalan dengan baik dan dijauhkan dari mara bahaya. Juga, doa permintaan agar seluruh keturunan Raja Silahi Sabungan dimana pun berada dalam kondisi sehat walafiat dan terberkati.

    Ulaon hahomion ditandai dengan meletakan upa-upa (sesajen) di galapang (tempat sesajen) di Jabu Parsantian berupa sirih, beberapa jenis itak (makanan tanpa dimasak dari beras yang ditumbruk ), dan jeruk purut.

    Acara hahomion pun dimulai dengan melantunkan doa-doa yang dipimpin oleh Keturunan Raja Silahi Sabungan dari Tungkir Raja, Martua Sipayung.

    Setelah amin, semua peserta yang hadir meletakkan sirih masing-masing diatas galapang berdekatan dengan sesajen tadi.

    Prosesi Ziarah ke Tumaras

    Setelah selesai ulaon hahomion semua peserta  diajak ziarah ke Tugu dan Makam Raja Silahisabungan (Tumaras). Tumaras adalah tempat penghormatan tertinggi secara adat kepada Raja Silahi Sabungan bersama istrinya dan semua anak-anaknya, yang diyakini telah disatukan.

    Ziarah dipimpin oleh keturunan Tungkir Raja putra ke dua Raja Silahi Sabungan, Raya Situngkir.
    Ziarah ini juga dilakukan doa-doa permintaan agar semua keturunan Raja Silahi Sabungan senantiasa dalam lindungan Mulajadinabolan.

    Meski ada tambahan perlengkapan sesajen berupa boras ni si bolak bulung (buah pisang), namun jenisnya lebih sedikit dibanding perlengkapan  ulaon hahomion.

    Gondang 33 dan Si Pitu Dai

    Gondang 33 adalah khas alat dan alunan musik warisan Raja Silahi Sabungan yang masih dilestarikan sampai saat ini.

    Gondang (gendang) 33 dilakukan untuk membuka acara umum secara resmi, setelah ulaon hahomion dan ziarah.

    Sebelum dibuka acara umum, terlebih dahulu makan siang bersama. Bersamaan dengan makan siang, dilakukan juga makan bersama makanan khas si pitu dai (tujuh rasa) di Jabu Parsantian.

    Prosesi Adat Penyerahan Panitia Secara Estafet

    Pada acara penutup dari seluruh kegiatan tahunan adalah serah terima Panitia secara estafet keturunan Raja Silahi Sabungan dari anak laki-laki yang sulung sampai si bungsu, Loho Raja sampai Tambun Raja.

    Panitia 2017 Tungkir Raja di wakili Raja Turpuk Marhula Situngkir didampingi Ketua Umum Panitia menyerahkan Amak (tikar pandan berukuran kecil-red) kepada Pimpinan seluruh Raja Turpuk, yaitu Loho Raja selaku anak sulung didampingi Raja Turpuk lainnya dan Ketua Umum Punguan Raja Silahi Sabungan Se Dunia , setelah manortor mangaliat (menari berkeliling-red).

    Setelah diterima Pimpinan Raja Turpuk Loho Raja, Derik Sihaloho menyerahkan kepada adiknya  Raja Turpuk Sondi Raja Peter Antoni Rumasondi didampingi seorang keturunan Sondi Raja lainnya, Asner Silalahi untuk Panitia Tahun 2018.

    Malamnya, Raja Turpuk Sondi Raja mengumpulkan para tua-tua keturunan Sondi Raja di rumah perkumpulan untuk penyerahan tugas kepanitian, dengan membentangkan amak dan mendudukinya. Acara ini sekaligus makan bersama buah tangan ayam jantan dari tulang Padang Batang Hari.

    Prosesi pelaksanaan adat dan ritual budaya keturunan Raja Silahi Sabungan tersebut disampaikan Humas dan Publikasi Luhutan Bolon Silahi Sabungan Bolahan Amak Tungkir Raja, Jopen Situngkir kepada sentranews.com.

    Jopen Situngkir mengharapkan, jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan budaya prosesi adat dan ritual tersebut, kiranya disempurnakan Panitia Sondi Raja 2018 dan selanjutnya.

    Diwaktu dan tempat yang berbeda, mantan Ketua Umum Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahi Sabungan Bolahan Amak Tambun Raja 2015, Panahatan Tambunan kepada sentranews.com,  mengarapkan segenap keturunan Oppu Raja Silahi Sabungan semakin bersatu dan tidak pernah melupakan sejarah.

    Menurutnya, selain sejarah penting lainnya tentang Raja Silahi Sabungan adalah, sejarah telah bersatunya Oppung Raja Silahi Sabungan dengan istri bersama anak-anaknya laki-laki dan perempuan di Tumaras. Dengan demikian, setiap pelaksanaan pesta  budaya adat dan ritual tahunan selanjutnya lebih sempurna.

    (Red)

    Photo: Relief ketika masa muda Raja Silahi Sabungan menerima berkat dari Yang Maha Kuasa masa hidupnya di Silalahi-Nabolak (atas); Penyerahan kewenangan Raja Pamantom (bawah)

    Kamis, 07 Desember 2017

    OTT Suap Menyuap Dendi Purnomo Telah Di Kejati Tanjung Pinang

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Kamis, 07 Desember 2017    

    Kepri, sentranews.com

    Direskrimsus Polda Kepri telah menyerahkan berkas perkara suap menyuap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dendi Purnomo dengan Direktur PT Telaga Biru Semesta,  Amirudin ke Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang tadi siang (7/12/2017).

    Kuasa Hukum Amirudin, Niko Nikson Situmorang mengakui kliennya telah memasuki tahap II, dimana telah siap untuk disidangkan. Bersamaan dengan itu berkas perkara dan barang bukti serta tersangka telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Tanjung Pinang.

    Penyerahan tersebut sedikit melambat dari target Direskrimsus Polda Kepri, yang sebelumnya telah mengagendakan penyerahan pada 4 Desember lalu.

    "Kasus perkara Kepala Dinas -Lingkungan Hidup- Dendi Purnomo dan Amir -Direktur PT Telaga Biru Semesta- sudah masuk tahap P 21 dan pada tanggal 4 Desember 2017 tersangka dan barang bukti akan kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto kepada media online lokal di Mapolda, 27/11/2017 lalu.

    Kuasa hukum Amiruddin, Niko Nikson Situmorang, mengakui kliennya menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

    "Bukan uang suap!. Uang tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih," sebut Nikson. Menurut Nikson, perijinan kegiatan tank cleaning  PT Telaga Biru Semesta  telah diterbitkan  di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

    Dendi Dijebak?

    Setelah OTT, Dendi Purnomo mengaku merasa dijebak Amir. Kuasa Hukum Amir, Nikson menilai hal itu merupakan ungkapan orang yang panik.

    Dilain waktu, Kuasa Hukum Dendi Purnomo Ampuan Situmeang tidak berkenan membuka persoalan itu ke publik karena sudah menyangkut substansi. Jika dibuka, diyakini Ampuan akan dapat menimbulkan kegaduhan.

    "Yang jelas, kami dan penyidik selalu kooperatif, supaya cepat berjalan pemeriksaannya. Soal katanya ada unsur jebakan, itu adalah suatu keadaan yang ditarik dari peristiwa yang terjadi. Itu sudah substansi penyidikan. " ujar Ampuan kepada salah satu media lokal.

    Ia menyayangkan  jajaran Polda Kepri yang bisa membuat situasi kontraproduktif, dengan mengatakan selama menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dendi Purnomo telah 12 tahun melakoni praktik suap.


    Kedua tersangka adalah operasi tangkap tangan suap menyuap di kediaman Dendi Purnomo  Komplek Pengairan no 6 Rt 6 Rw 12, Sei Harapan, Sekupang Batam pada 23/10/2017 lalu. Suap menyuap itu perihal perijinan dan pengawasan kegiatan tank cleaning di laut oleh PT Telaga Biru.

    Dilanjutkan dengan penggeledahan ruang kerja Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Kantor Dinas Lingkungan Hidup 25/10/17. Juga, PT Telaga Biru Semesta.

    Tidak hanya itu, informasi yg dihimpun sentranews.com, Direskrimsus juga akan mengembangkan modus yang sama dengan perusahaan lain.
    "Saya sudah perintahkan kepada penyidik,"  kata Budi Suryanto.


    Sebagai informasi kedua tersangka disangkakan dengan ayat dalam pasal dan undang-undang yang sama. Dendi Purnomo disangkakan pasal 5 ayat 2, 11, 12 a dan b Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman 20 tahun penjara.

    Dengan Undang-undang yang sama, Amir disangkakan pasal pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b tentang gratifikasi. 

    Untuk berjalannya pelayanan dang fungsi serta mengisi kekosongan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Wali Kota Batam HM Rudi telah menunjuk Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam yaitu Herman Rozi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan.

    (Giro)

    Rabu, 06 Desember 2017

    Besok, DPRD Pilih Wakil Gubernur Kepri

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Rabu, 06 Desember 2017    

    Tanjung Pinang-Kepri, sentranews.com

    DPRD Kepri akhirnya menggunakan rekomondasi  pertama Gubernur Kepri untuk pemilihan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) yang akan dilangsungkan pada Sidang Paripurna besok, Kamis 07 Desember 2017 pukul 10.00 WIB.

    Keputusan tersebut merupakan hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kepri 4/12/2017 lalu , yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak didampingi wakilnya. Rapat Banmus diikuti oleh seluruh fraksi partai yang ada.

    Langkah tersebut diupayakan karena sampai selesai Rapat Banmus, Gubernur Kepri tidak mengajukan Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri pengganti Agus Wibowo, yang telah dinyatakan gugur kepada DPRD Kepri.

    Atas keputusan tersebut,  Sekretaris DPRD Kepri ditugasi mempersiapkan pelaksanaan Paripurna pemilihan. Hal lainnya, DPRD Kepri melalui Banmus akan meminta bantuan pengamanan pelaksanaan paripurna ke Polda Kepri. Pengamanan dimaksudkan termasuk untuk  Cawagub yang sudah ditetapkan.

    Dipenghujung pembicaraannya,  Jumaga Nadeak mengharapkan kehadiran dan dukungan seluruh anggota DPRD Kepri  demi kelancaran pelaksanaan paripurna. "Kami juga mengundang dan meminta Gubernur Kepri agar hadir dalam Paripurna Pilwagub ini," ujar Jumaga di Gedung DPRD Kepri, Tanjung Pinang.

    Sebelumnya di sentranews.com, Fraksi PPP-PAN dan Demokrat tidak   menyetujui pemilihan calon tunggal karena tidak sesuai Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur Kepri; Termasuk Ketua Pansus Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur Kepri, Surya Makmur saat Paripurna Penetapan Calon 22/11/2017 lalu. Akhirnya berubah pandangan menjadi menerima keputusan Banmus.

    Calon Wakil Gubernur (Cawagub) tunggal Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto masih konsisten dengan pernyataannya sejak awal pencalonan. Dengan saingan atau tidak dengan saingan selalu siap menghadapi Pemilihan. "Insya Allah siap," jawabnya setelah mengetahui keputusan Banmus.

    Demi kepentingan berjalannya roda pemerintahan, jika terpilih dan dilantik,  Isdianto akan bekerjasama dan loyal kepada  Gubernur Kepri selaku pimpinannya.

    Sebagai informasi, ikutilah sentranews.com yang akan menerbitkan pandangan politik dan hukum tentang pemilihan Wakil Gubernur Kepri dari narasumber terpercaya.

    (Giro)

    Selasa, 05 Desember 2017

    Mengapa Harus Marsekal Hadi?

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Selasa, 05 Desember 2017    


    "Saya meyakini beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional," kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Soroja di Gerbang Tol Soreang, Senin (4/12) kemarin.

    Beragam pendapat yang timbul atas pernyataan Presiden JokoWidodo tersebut dan surat Presiden R-54/Pres/12/2017 perihal pengajuan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

    Dari informasi yang dihimpun sentranews.com, hanya Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi yang memenuhi syarat aktif hingga 2020, selesai pemilu.

    Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi akan memasuki masa pensiun pada Mei 2019. Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono akan pensiun pada Januari 2019.

    Pendapat tersebut berasal Wakil Presiden, Panglima TNI dan Mantan Panglima TNI, politisi, pengamat militer, serta aktivis.

    Berikut yang dirangkum sentranews.com dari berbagai sumber:

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur (4/11/2017).

    Penunjukan Hadi sebagai calon tunggal Panglima TNI merupakan hak prerogatif presiden untuk mengganti Panglima TNI. Pengajuan tersebut karena Panglima TNI saat ini, Jenderal Gatot segera pensiun, harus dipersiapkan penggantinya.

    Calon Panglima TNI harus memenuhi sejumlah syarat, salah satunya adalah harus berbintang empat dan masih aktif. Jenderal bintang empat di Indonesia yang aktif itu tidak banyak. Menurut Jusuf Kalla, Marsekal Hadi sudah memenuhi syarat itu.
    ----------

    Panglima TNI, Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap dan Istana Bogor, 4 dan 5 Desember 2017

    Belum dapat memberikan penilaian mengenai sosok Marsekal Hadi selaku calon tunggal penggantinya. Penilaian sepenuhnya berada pada kewenangan Presiden Jokowi sebagai pengguna.

    Yang jelas, seorang Panglima TNI baru harus memahami tantangan dan tugas-tugasnya ke depan. Khususnya tantangan terdekat adalah tahun politik.
     

    Langkah Presiden perlu diapresiasi karena tidak menaikan seseorang dari kalangan TNI secara mendadak untuk duduk di kursi Panglima TNI. Artinya semua sudah sesuai dengan persiapan dan memperlihatkan, bahwa regenerasi di kalangan TNI berjalan dengan baik.

    "Sebaiknya ketika sudah diputuskan bahwa disetujui, jangan lama, jangan nunggu saya sampai Maret 2018 lagi (pensiun), mengapa demikian?. kan, ini terjadi dualisme. (Padahal-red) hanya tinggal satu langkah (yaitu) Kepres saja," tegas Gatot di Istana Bogor.
    -------

    Mantan Panglima TNI, Laksamana (Purn) Agus Suhartono

    Presiden harus bisa secara arif menentukan Panglima TNI. Kini saatnya Angkatan Udara (AU) duduk di pucuk pimpinan TNI. Sebaiknya giliran itu tetap dilakukan.

    Meski penetapan Panglima TNI sepenuhnya wewenang Presiden,  penunjukan Panglima TNI  sebaiknya memperhatikan isu penting dan tantangan apa yang dihadapi di masa yang akan datang.

    Opsi giliran antar matra dibuka peluang oleh Undang-Undang TNI dalam Pasal 13 (4),  bahwa jabatan panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan."Ya, ini saatnya udara," ujar Agus.

    Saran tersebut disampaikan Agus di Universitas Andalas pada 16/11/2017 lalu, sebelum terbitnya surat presiden 3/12/2017 tentang pengajuan Hadi pengganti Gatot sebagai Panglima TNI.
    --------

    Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Tanjung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 4 Desember 2017

    Calon Panglima TNI Marsekal Hadi  punya pekerjaan rumah berat bila benar-benar disetujui DPR dan dilantik Presiden, yakni menghadapi tahun politik. Keamanan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 tidak bisa hanya mengandalkan Polri.

    Sosok Hadi dijamin memiliki netralitas dalam dunia politik karena belum pernah terlihat  berpihak kepada kelompok politik tertentu dan calon bersih dari keterlibatan politik.

    Namun, Hadi belum bisa dipastikan menjadi Panglima TNI karena harus melalui uji kelayakan di DPR. Meski calon tunggal, Komisi I masih bisa menolak yang diajukan Presiden.
    ---------

    Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati pada 4 Desember 2017

    Panglima TNI dari Angkatan Udara sudah tepat untuk mewujudkan visi Indonesia poros maritim dunia itu, maka yang perlu diperkuat adalah sektor laut dan udara.

    Sesuai dengan tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya alutsista AU mendapat prioritas pertama. Kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas ZEE dan landas kontinen.

    Keunggulan matra udara diperlukan untuk mendukung sektor laut dan keamanan stabilitas kemaritiman.

    Ruang udara memiliki nilai yang penting dalam mendukung proses pembangunan pemerintahan saat ini. Daerah perbatasan RI harus menjadi prioritas pengawasan.

    Gelar TNI AU sebaiknya mengutamakan di daerah depan yaitu Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Kupang. Dengan demikian  ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE terawasi.
    -------

    Direktur Eksekutif Setara Institute, Hendardi (4/12)

    Selain bertujuan mengembangkan tradisi rotasi antar matra dalam tubuh TNI yang kontributif bagi penguatan soliditas TNI, Pemerintahan JokoWidodo melihat sosok Hadi memiliki kemampuan menopang kebijakan maritim pemerintah.

    Penunjukan Hadi yang berusia 54 juga lebih efektif, mengingat masa pensiun yang bersangkutan masih tiga atau empat tahun lagi. Usia itu cukup untuk menata organisasi TNI semakin baik.

    Marsekal Hadi Tjahjanto, sebut Hendardi, memiliki rekam jejak yang baik dan berprestasi. Sejalan dengan aspirasi elemen masyarakat sipil agar Jokowi memilih Panglima baru dengan memperhatikan banyak segi, semata-mata untuk kepentingan organisasi TNI dan untuk kepentingan nasional.
    ------

    Profil Marsekal Hadi Tjahjanto, S.Ip

    Kelahiran Malang Jawa Timur, 08/ 11/1963

    Lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986, awal mengabdi

    Sekolah Penerbangan TNI AU Tahun 1987

    Kadispen TNI AU 2013-2015

    Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (2015)

    Sekretaris Militer Presiden
    Kadispen TNI AU  di Kementerian Sekretaris Negara 2015-2016

    Irjen Kementerian Pertahanan 2016-2017

    Kepala Staf Angkatan Udara sejak 18 Januari 2017 sampai saat ini

    Istri :
    Nanik Istumawati
    Anak :
    1. Hanica Relingga Dara Ayu
    2. Handika Relangga Bima Yogatama

    Presiden Jokowi Resmi Ajukan Penggantian Panglima TNI

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com        

    Jakarta, sentranews.com.

    Surat resmi Presiden perihal rencana pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari jabatan Panglima TNI  dan pengangkatan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP sebagai Panglima TNI, tertanggal 3 Desember 2017 telah beredar luas.

    Surat tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR, Fadli Zon pada 4/12/2017. DPR RI menindaklanjuti dengan rapat badan musyawarah atau Bamus sore hari itu juga.

    Diagendakan, surat tersebut akan dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR hari ini (5/12/2017) dan fit and proper test dapat dilakukan Komisi I DPR dikemudian hari. Hal itu disampaikan Fadli Zon usai rapat Bamus di Gedung Nusantara III DPR 4/12/2017.

    Berikut isi surat Presiden Joko Widodo tersebut,  dengan nomor R-54/Pres/12/2017:

    Yth, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat 
    Republik Indonesia 
    Jalan Jenderal Gatot Subroto 
    Jakarta 10270

    Dengan hormat, mengingat bahwa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan memasuki usia pensiun terhitung mulai tanggal 1 April 2018, maka kami sampaikan permohonan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap rencana pemberhentian dengan hormat dari jabatan Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI) atas nama Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP sebagai Panglima TNI.

    Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S. IP, saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) dipandang mampu dan cakap serta memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Panglima TNI.

    Permintaan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat ini disampaikan untuk memenuhi ketentuan Pasal 17 ayat (1) Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 juncto Pasal 13 ayat (2) Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004.

    Sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan, bersama ini kami lampirkan kutipan riwayat hidup Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP. Kami berharap, Dewan Perwakilan Rakyat dapat memberikan persetujuannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

    Atas perhatian dari Saudara Ketua, kami ucapan terima kasih.

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
    (Ditandatangani-red)
    JOKO WIDODO

    (Alsima)

    Senin, 04 Desember 2017

    Konsistensi Acara Tahunan Raja Silahisabungan Se Dunia

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Senin, 04 Desember 2017    

    Dairi, sentranews.com.

    Pesta syukuran tahunan keturunan Raja Silahisabungan se dunia dipanitiai keturunan dari anak ke dua, Tungkir Raja di Silalahi Nabolak  Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi  Sumatera Utara, telah berlangsung dengan baik.

    Hajatan besar yang digelar 3 hari, 24-26 November 2017 lalu disebut dengan "Partangiangan Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahi Sabungan, Bolahan Amak Tungkir Raja."

    Acara ini adalah wujud menghargai dan mengenang jasa para leluhur, perekat tali kasih persaudaraan sesuai pesan Raja Silahi Sabungan dalam Poda Sagu-Sagu Marlangan. Juga, momen doa bersama sekaligus   melestarikan adat dan budaya.

    Panitia secara bergilir diberikan kepada Keturunan Raja Silahi Sabungan, mulai dari keturunan anak sulung Loho Raja- Tungkir Raja- Sondi Raja-Butar Raja- Dabariba Raja- Debang Raja- Batu Raja- Tambun Raja.

    Pra acara dilakukan kegiatan olahraga dan pemberian bantuan alat pendidikan ke sekolah setempat, serta pemasangan penerangan seputar lapangan Tugu Makam Raja Silahi Sabungan (Tumaras).

    Selain itu,  dilakukan juga kunjungan adat ke Tulang Padang Batang Hari- Nairasaon (tetap), dan hula-hula Situmorang mertua Tungkir Raja (bergantian dari marga mertua anaknya)

    Paska Tungkir Raja, Panitia bulan November tahun 2018 adalah keturunan putra ke 3 Raja Silahi Sabungan,  Sondi Raja. Hula-hulanya Siboro.

    Hajatan tersebut adalah agenda tahunan yang telah berlangsung selama 37 tahun.

    Untuk pertama kalinya perayaan 2017 ini, keturunan Silahi Sabungan mendapatkan dua penghargaan rekor dunia Museum Republik Indonesia (MURI), berupa pesta tahunan yang konsisten berkelanjuntan dan makan sirih terbanyak.

    Kegiatan adat dan ritual yang konsisten dilakukan adalah berupa serah terima kepanitiaan, ulaon hahomion (doa khusus kepada Mulajadinabolon/TUHAN), ziarah, manguras dan mamantom horbo (membersihkan dan menyembelih kerbau). Juga, memainkan dan melantukan gondang 33 dan makan makanan si pitu dai (tujuh rasa).

    Hal tersebut disampaikan Jopen Situngkir,  Panitia Bidang Humas dan Publikasi Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahi Sabungan, Bolahan Amak Tungkir Raja 2017.

    Sebagai informasi prosesi kegiatan adat dan ritual tersebut akan diterbitkan di sentranews.com dalam waktu dekat ini.

    (Red)

    Sabtu, 25 November 2017

    Presiden Jokowi: Pasarma Barita On tu Liat Portibi On

    Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Sabtu, 25 November 2017    
    "Pidong na habang pasarma barita on tu liat portibi on!. (Burung yang terbang sampaikanlah berita ini ke seluruh dunia!.-red)," sebut Joko Widodo (Jokowi), yang disusul  ucapan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa meresmikan Bandara Silangit.

    Kalimat yang disampaikan Presiden Jokowi pada 24/11/2017 tersebut memiliki kekuatan tersendiri bagi Pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan informasi ke seluruh jagad raya tentang tanah Batak dan habatahon.

    Pemaknaan tersebut dijelaskan keturunan Batak dari Raja Silahi Sabungan, Simson Sigiro kepada  sentranews.com di kantornya. "Itu adalah perintah seorang raja," ungkap Simson

    Mengapa peresmian Bandara Silangit Siborong-borong dihubungkan dengan tanah Batak dan habatahon (adat budaya batak-red)?.

    Kita harus melihat kilas balik apa yang dijelaskan Jokowi sebelum melontarkan perkataan tersebut. Diantaranya mengenai tanah Batak dan sejarah mahadahsyatnya, serta  budayanya.

    "Tujuh puluh empat ribu tahun silam, wilayah Danau Toba yang indah ini lahir dari letusan mahadahsyat dan dampaknya terasa ke seluruh dunia. Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar," kata Presiden Jokowi, yang diulangi Simson Sigiro.

    Menurut Simson, pemikiran Jokowi sangat jauh ke depan yaitu  mengulang sejarah Batak dan Danau Toba yang mengguncang dunia dalam wujud berbeda di era modern.

    Wujudnya adalah menjadikan tanah batak sebagai pusat pariwisata dunia dengan icon budaya Batak dan Danau Toba untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu sangat dibutuhkan ketersediaan  insfrastruktur.

    Sebelum impian tersebut, Jokowi juga menyampaikan kalimat berulang  "Buha ma pintu buha ma tangan,  (ai) nungnga rade labuan di hita internasional. Saya ulang, Buha ma pintu buha ma tangan (ai) nungnga rade labuan di hita internasional," mohon Jokowi setelah melepas burung merpati ke alam bebas.

    Kalimat tersebut, jelas Simson, menunjukan bahwa Presiden mengajukan permohonon kepada masyarakat Batak, agar dapat membuka hati dan pikiran, serta mempersiapkan  sumber daya manusia yang mumpuni untuk berbuat.

    Selain itu sangat diharapkan juga dukungan penuh dari masyarakat tentang ketersediaan lahan untuk pembangunan insfrastruktur.

    Mantan Ketua Pemuda Raja Silahi Sabungan Batam ini memandang perintah, harapan dan permohonon Presiden Jokowi ini sangat sempurna.

    Penyempurnaan dari semua yang diutarakan Jokowi adalah penyampaian berkat. "Horas Tondi ma dingin, pir tondi matogu (Diberkatilah yang lembut hatinya dan diberi kekuatan untuk melakukannya-red), " kata Jokowi, tiru Simson. 

    Simson Sigiro mengharapkan Menteri terkait, Otorita Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten di tanah Batak seputaran Danau Toba memahami perintah "Raja" tersebut.

    "Perintah dan harapan Presiden tersebut tidak terpaku  hanya kepada Bandara Silangit, melainkan seluruh kebutuhan untuk menjadikan Tanah Batak dan Danau Toba sebagai pusat pariwisata internasional," tutup  Ketua Pembina Permasis Indonesia ini.

    (Prist)