PDI Perjuangan Partai Pengekor, Benarkah ?

Batam - Start PDI-Perjuangan sebagai partai pemenang dipercaya atau tidak adalah yang sangat buruk jika dibanding NasDem dan Hanura di kancah Pilkada di tanah air.

Terbukti, pada Pilkada serentak 2015 lalu calon kepala daerah dari partai moncong putih besutan Megawati Soekarno Putri tersebut keok dari partai pendatang baru semisal NasDem dan Hanura.

Kini PDI Perjuangan menghadapi periode pelik lainnya. Di Pilkada serentak 2017, Megawati Cs sudah menghadapi persoalan pelik salah satunya jadi tidaknya mengusung Tri Rismaharani atau malah mengusung Ahok.

Walau masih bimbang, sepertinya PDI-P akan kembali mengusung petahana. Artinya si moncong putih masuk kategori partai pengekor, menyusul NasDem, Hanura dan Golkar telah lebih dahulu mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Koh Ahok.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mempersilakan PDI Perjuangan untuk mengikuti jejak Nasdem dengan mendukung Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Partai Nasdem akan menyambut baik dukungan itu.

"Kalau PDI-P mau gabung, kita ucapkan welcome. Kita positif thinking saja," kata Paloh seusai meusai melantik Ketua DPW Nasdem Jawa Timur di Surabaya, Minggu (14/8/2016).

Saat ini baru Nasdem, Golkar, dan Hanura yang telah menyatakan dukungan resminya terhadap pencalonan Basuki atau Ahok. Dukungan itu disampaikan ketika Basuki masih menyatakan diri akan maju melalui jalur perseorangan.

Ahok telah memutuskan hendak mengikuti pemilihan kepala daerah dengan dukungan partai politik.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto menyatakan bahwa partainya menempatkan Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya, Djarot Syaiful Hidayat, sebagai opsi pertama kepala daerah di Pilkada DKI Jakarta 2017.

(Baca juga Dukung Ahok-Djarot Jadi Opsi Pertama PDI-P pada Pilkada DKI 2017)

Di sisi lain, ada kader PDI-P yang menyatakan dukungannya terhadap partai-partai Koalisi Kekeluargaan untuk melawan Ahok.

Paloh menyambut baik adanya tujuh partai yang membentuk koalisi tersebut. Menurut dia, hadirnya koalisi tersebut turut mewarnai dinamika demokrasi menjelang Pilkada DKI.

No comments

Powered by Blogger.