Daya Beli Turun, Pedagang Terpukul Pengangguran

Batam-Sentranews.com

Pantauan dilapangan terlihat pengangguran di Batam meningkat tajam karena perusahaan pabrikasi baja bidang perkapalan dan migas sangat jarang mendapatkan proyek. Efeknya, para pedagang sandang, pangan, dan papan terkena imbas karena daya beli masyarakat menurun tajam.

Selain pengusaha kuliner, pedagang pakaian pun juga sangat terpukul hebat. Baik yg berada di pasar maupun di mall. Mereka mengakui penjualan mereka menurun drastis bukan karena persaingan, melainkan kondisi ekonomi masyarakat yg lemah. "Bertahan saja sudah hebat" kata pedagang sepatu, Asjen di SP Mall.

Keluhan yg sama juga dialami pengusaha mikro kuliner, warung kopi dan pedagang sembako. "Biasanya kita memproduksi kacang perharinya 7 kg per hari, sekarang hanya 3kg sampai 4kg", ungkap Suhayati. Tidak jauh berbeda dengan imbas yg dirasakan warung kopi. " Biasanya pelanggan minum santai tiap hari. Paling kencang 3 kali seminggu sekarang ini", ungkap Laban.

Multi efek yang ditimbulkan pengangguran. Harapan pedagang dan pengusaha kuliner itu agar segera tersedianya lapangan kerja untuk yang pengangguran dan produksi perusahaan meningkat agar pekerja mendapat lembur. (Girosi)

No comments

Powered by Blogger.