Konspirasi Atau Tidak, Hutan Lindung Batam Yang Tidak Terlindungi

Redaksi, sentranews.com

Pulau Batam yang kecil mungil telah merana diterpaan penguasa dan pengusaha, hutannya kini menguning dan terpacul. Masyarakat Batam menjadi dua kali korban, korban lingkungan dan korban ketidak pastian hukum.

Binatang penghuninya lari berhamburan liar ke antah beranta dan mati entah di mana, sedangkan manusianya mulai kepanasan dan kehausan. Banjir pun menjadi langganan. Itulah efek hutan lindung tak terlindungi saat ini.

Dikala manusia jadi penghuninya akan digusur, tetapi dikala badan usaha 'merusaknya' akan menjadi dokumen negara yang berharga. Itulah mutualisme simbiosis penguasa dan pengusaha menyikapi pengrusakan hutan lindung.

Jawaban yang terpapar dari penguasa adalah produktivitas lahan untuk geliat ekonomi Batam dan permintaan pengusaha. Sedangkan pengusaha hanya menyahut telah memiliki dokumen hutan untuknya.

Hutan pengganti pun disebut penguasa sebagai jalan keluar, meski pun itu dipaksakan di luar Pulau Batam dengan dalih keterbatasan lahan. Penguasa melupakan regulasi bahwa hutan pengganti harus dalam pulau yang sama, bukan wilayah adsminitratif yang sama.

Masalah hutan lindung Batam masih akan terus bergulir karena masih banyak lahan pengusaha yang belum bersertifikat dari Badan Pertanahan Nasional dan belum terbitnya surat keputusan dari Menteri Kehutanan untuk pelepasan maupun hutan pengganti.

Ketidakmauan Menteri Kehutanan dan Badan Pertanahan Nasional melegalisasi  menimbulkan masalah babak baru, penguasa melawan penguasa. Badan Pengusahaan Batam bersama pengusaha dengan menggandeng wakil rakyat senayan mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan surat sakti Menteri Kehutanan.

Dalam pergerakannya, atas nama kenyamanan berinvestasi dan  keresahan rakyat menjadi senjata pamungkas mereka. Sebagaimana kita ketahui masyarakat Batam adalah korban Badan Pengusahaan Batam dan Pengusaha.

Mata rantainya,  masyarakat adalah konsumen pengusaha dan pengusaha adalah penerima alokasi lahan dari Badan Pengusahaan Batam dengan konspirasi atau tidak konspirasi.

Pada akhirnya masyarakat terikut dalam pergerakan penguasa dan pengusaha karena diperhadapkan dengan ketidakpastian hukum. Hutan lindung Batam pun jadi kenangan.*

*data sengaja tidak ditampilkan karena bertujuan hanya merangkai kisah hutan lindung Batam.

Photo, salah satu daerah hutan lindung Baloi Batam



No comments

Powered by Blogger.