Meme di Medsos, Ketua Kadin Kepri dijerat Pelecehan Polri

Batam, Sentranews.com
UU ITE menjadi senjata ampuh menjerat bagi siapa pun yang menyinggung perasaan orang lain atau institusi. Hal ini diterapkan Kapolda Kepri Irjen Sam Budi Gusdian kepada Ketua Kadin Kepri Akhmad Maaruf Maulana, yang telah ditetapkan menjadi tersangka pelecehan institusi Polri.
Alkisah Ketua Kadin Kepri memposting meme bom termos di salah satu group medsos whatap 13/12/2016 lalu. Diantara gambar seorang lelaki bersebo pada postingannya ditulis, "kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal" tulisnya diatas gambar. Selanjutnya di bawah gambar ditulisnya, "Coba alihkan isu dengan bom termos".
Kapolda Kepri salah satu anggota dalam group medsos WA tersebut memprosesnya setelah kordinasi dengan Mabes Polri. Maaruf telah diperiksa sejak 22/12/2016 lalu.  " -perbuatan itu-Sangat tak menghargai kinerja dan jerih payah pihak kepolisian dalam mengamankan NKRI" ungkap Irjen Sam Budi.
Akibat postingannya Maaruf disangkakan dengan tiga pasal sekaligus yaitu pasal 27, pasal 45, dan 207 UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Statusnya sudah tersangka" ungkap Direskrim Khusus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto kepada wartawan 3/3 lalu.
Kuasa hukum Maaruf, Niko Nikson Situmorang mengakui, sampai hari 6/3 kliennya belum menerima surat pemanggilan sebagai tersangka. "Kita belum menerima", ungkap Niko Nixson.
Nixson menjelaskan caption dua paragraf yang ada pada photo lelaki tersebut bukan tulisan Maaruf, melainkan secara utuh dishare dari akun lain ke group Whats App "membangun kepri". " Harapan kita asas praduga tidak bersalah itu diterapkan", pinta Nixon. (Giro, sentranews.com)

No comments

Powered by Blogger.