Tuesday, March 14, 2017

Menggali 'Harta Karun' Untuk PAD Batam

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Tuesday, March 14, 2017    

Laporan Batam, sentranews.com

Seantero dunia, khususnya di Asia Pasifik mengenal Batam sebagai daerah industri. Industri perakitan elektronik, perkapalan, dan industri pariwisata dan hiburan. Namun Pemerintah Kota Batam lemah dalam menggali harta karunnya.

Akhirnya pendapatan asli daerah (PAD) terendap begitu saja tanpa daya olah, khususnya dari sumber daya alam dan  industri pariwisata dan hiburan

Untuk tingkat nasional, Batam memiliki keunikan tersendiri karena sebagian lahan tidak mengenal hak milik atas tanah dalam  hak pengelolaan (HPL) Badan Pengusahaan (BP) Batam, meskipun untuk pribadi peruntukan rumah tinggal dan jasa.

Berdasarkan HPL tersebut, BP Batam mengutip sewa berupa uang wajib tahunan (UWT) atas seluruh tanah yang dialokasikan,  yang tidak pernah diterima Pemko Batam.

Dalam khas dan keunikan ini terkubur harta karun yang jumlahnya fantastis sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) Batam berupa pajak, selain jenis pendapatan lainnya.

Dari  segi sumber daya alam ada 3 bentuk harta karun yaitu, pajak bumi dan bangunan perkotaan (PBB) air baku, dan pajak galian c.

PBB yang dikenal dalam PAD  Batam adalah Pajak Bangunan, bukan beserta pajak bumi karena bumi Batam dikuasai oleh Pemerintah Pusat melalui BP Batam dengan penerapan sewa tahunan UWT. Pajak bumi inilah yang belum berhasil digali Pemko Batam dari HPL BP Batam.

Perihal yang sama dari kekayaan alam, yaitu air baku yang masih dikuasai oleh BP Batam lewat konsesinya dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB). ATB membayarkan kewajibannya hanya kepada BP Batam. Demikian halnya dengan pajak galian golongan c.

Sedangkan PAD dari industri pariwisata dan hiburan adalah pajak hiburan, pajak restoran, dan pajak hotel sampai saat ini belum digali secara maksimal.

Pajak hiburan seperti permainan anak, permainan ketangkasan , permainan mesin algoritma  sering disebut gelper, diskotik, karaoke, dan jenis hiburan lainnya.

Khusus pajak hiburan dari permainan algoritma (gelper) dan sejenisnya dapat dikenakan pajak pembelian awal dan pajak penukaran hasil penukaran undian.

Pajak hotel berupa pajak inapan dan pelayanan fasilitas lainnya di hotel. Sedangkan pajak restoran adalah pajak penjualan makan dan minum.

Tingginya loses antara peluang dan PAD Batam yang dihasilkan dari jenis pajak tersebut, Yudi Kurnain memberikan solusi ketika berada di Komisi II DPRD Batam.

Ketika itu diwacanakan menggali harta karun dari hotel, restoran, dan hiburan yang masih banyak terendap agar pembangunan lebih cepat dan pemko Batam dapat menunjukan peran besarnya mensejahterakan rakyat.

Caranya segala jenis transaksi terkoneksi dengan Pemerintah Kota Batam. Namun sampai berita ini diturunkan, Pemko Batam belum berkemauan  menindaklanjutinya. (Giro, sentranews.com)

Comments
0 Comments

0 comments :