Monday, March 13, 2017

Menilik Paket Pembangunan Fly Over di Batam

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Monday, March 13, 2017    

Batam, sentranews.com

Pembangunan fly over (jalan layang) dua jalur di perempatan simpang jam Batam sepanjang 165 M dengan lebar dan tinggi 32,2 M dan 9 M, menelan dana Rp 180.450.057.900 direncankan selesai akhir 2017.

Pembangunan ini dilakukan dengan pengerjaan sistim multi years oleh BUMN Pembangunan Perumahan Persero (PP) dimulai sejak 17 Desember 2015 lalu hingga 17 November 2017 untuk mengurai kemacetan.

Ketiadaan papan pengumuman proyek fly over, sentranews.com menemukan perbedaan volume dan waktu pengerjaan dari data yang dihimpun dari pihak-pihak yang bertanggungjawab. Namun nilai proyek ditemukan hampir sama satu dengan lainnya.

Diwaktu yang berbeda, perbedaan itu datang dari Operasional Manager PP Ardi, Kasatker P2JN Kementerian PU Kepri Apul Sirait, Pemerintah Kota Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam Ardi mengatakan nilai proyek Rp 180 M untuk jalan sepanjang 1.097 meter dan 165 meter fly over,  Apul Sirait menyebut  460 meter, sedangkan Dinas PU Batam menyatakan Rp 157 M untuk panjang 150 meter.

Pendapat berbeda datang dari Perencanaan Teknik BP Batam di masa Imam Bachroni. Sebelumnya (Januari 2016) BP Batam mengungkapkan, pembangunan fly over simpang jam dimulai 2016 setelah pelelangan dan selesai 2018 dengan panjang 500 meter.


Terpantau di lokasi, proyek yang telah menelan waktu 15 bulan ini , pengerjaannya masih berlangsung. Konstruksi baja, pemadatan tanah dan pelapis tembok di dua sisi, arah simpang Kabil dan Batu Ampar. Kedua sisi tersebut belum dikoneksi, pengerjaan landasan dan penyangga fly over masih perakitan.

Pantauan lainnya, meski sisa waktu 8 bulan lagi, namun papan pengumuman tidak ditemukan pada lokasi proyek. Situasi lainnya kepolisian selalu siaga mengatur lalulintas, dan kenderaan lalu lalang dengan kecepatan lambat.

Sebagai informasi, daerah perempatan simpang jam ini adalah termasuk daerah rawan langganan banjir di musim hujan dikarenakan, tererusnya hutan lindung sekitar.

Faktor banjir lainnya, selain tidak mampu menampung debit air hujan adalah kondisi jalan dibuat menukik ke bawah dari empat arah Sekupang, Simpang Kabil, Nagoya, dan Batam Centre.(Giro, sentranews.com)






Comments
0 Comments

0 comments :