Sargono: SMPN 11 Batam Akan Berbenah

Batam, sentranews.com

Dalam menghadapi perkembangan yang pesat dalam dunia pendidikan dan memenuhi kebutuhan siswa SMP 11 Batam akan  berbenah dari segi kualitas, penyediaan sarana, dan penggunaan anggaran sesuai regulasi demi terciptanya proses belajar mengajar yang baik.

Kepala Sekolah SMPN 11 Batam Sargono menjelaskan, peningkatan kualitas menjadi prioritasnya dalam menaikan kembali rating yang sempat turun beberapa tahun terakhir.

Untuk mencapai itu, menurut Sargono, ia akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan disiplin para guru. Guru diberikan pelatihan mengajar berbasis teknologi, seperti membuat ringkasan bahan ajar dalam power point dan pemaparan dengan proyektor.

Selain itu, Sargono menekankan agar para guru meningkatkan kualitas diri dengan penguasaan dan pengembangan materi bidang studinya sebelum mengajar. "Secara kuantity, guru kita cukup" ungkapnya.

Dari segi sarana, ia meminta  perangkat komputer set minimal 1/3 jumlah siswa kepada Kementerian Pendidikan dalam rangka melangsungsung UNBK (ujian nasional berbasis komputer).

"Untuk UNBK, saat ini kita masih menompang di SMK 5 Batam. Hanya laboratorium IPA sudah lengkap," ungkap Sargono kepada sentranews.com usai menerima kunjungan Kementerian Pendidikan (17/3).

Komite Sekolah dan Buku Paket Masih Bermasalah

Sebagaimana informasi yang dihimpun sentranews.com beberapa tahun terakhir sampai saat ini, SMPN 11 tidak pernah melakukan pemilihan Komite Sekolah dan pengadaan buku paket 1:1 (satu buku untuk satu siswa) yang tidak pernah terealisasi.

"1 buku untuk 2 orang," ungkap beberapa sumber sentranews.com di rumahnya. Sedangkan untuk komite sekolah, sumber mengakui tidak pernah mendapat undangan atau pun pemberitahuan.

Kepala Sekolah SMPN 11 mengakui, bahwa selama ini pembentukan Komite Sekolah tidak pernah melibatkan orang tua siswa. "Kita akan perbaiki," terangnya.

Rencananya, Sargono akan mengundang 2 orang perkelas sebagai perwakilan orang tua siswa untuk mengadakan pemilihan Komite Sekolah. Kriterianya adalah memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, ketersediaan waktu, memiliki wawasan yang luas, dan pengorbanan. "Tidak berpikir dan berharap uang melulu," jelasnya.

Perihal buku paket sistem 1:1 yang tidak terealisasi, Sargono mengakui telah melakukannya. "Bukut paket itu satu buku satu siswa. Itu akan dikembalikan ke sekolah setelah naik kelas," terangnya.

Dana BOS dan Penerimaan Siswa Baru

Sedangkan Dana BOS yang sering menjadi 'mainan' sekolah, Sargono mengaku menjalankan sebagaimana ketentuan yang ada. "Digunakan untuk 11 item. Maximum 15% untuk honor, sisanya untuk yang lainnya," terangnya.

Penerimaan siswa baru selalu menjadi masalah musiman hampir di setiap sekolah, termasuk SMPN 11 Batam. Menurut Sargono, untuk tahun ini sekolahnya akan konsisten menerapkan 20 dan 80. "20% untuk bina lingkungan yang  manual, 80% untuk online berdasarkan nilai," urai Sargono di kantornya. (Giro, sentranews.com)

Photo Kepala Sekolah SMPN 11 Batu Aji Batam Sargono, M.Pd





No comments

Powered by Blogger.