Semua 'Bangso Batak Parhobas' Kuliner

Batam, sentranews.com

Apakah anda kaget? Bagi orang Batak yang terbiasa dengan interaksi sosial sesama Batak tidak merasa kaget dengan sebutan, "Semua Bangso Batak parhobas kuliner", dan tidak merasa terendahkan jika di sebut parhobas. Kurang tepat dikatakan, masak memasak pekerjaan perempuan.

Bangso Batak adalah suku Batak. Parhobas adalah pelayan. Kuliner adalah urusan masak-memasak. Parhobas  tidak memandang lelaki atau perempuan. Artinya semua suku Batak, laki-laki dan perempuan adalah tukang masak.

Sebutan parhobas kuliner ini tidak selamanya dipangku seseorang karena dalam kegiatan pesta suka dan duka mengenal istilah Anak dan Boru. Anak sebagai Hasuhuton, Boru sebagai Boruni hasuhuton adalah pamoruon.

Anak atau Hasuhuton  adalah pribadi dan atau bersama kelompok marga ayah yang punya acara. Boru atau Pamoruon adalah pribadi dan atau bersama yang menikahi kelompok marga ayah yang punya acara.

Nah, Boru inilah yang disebut Parhobas itu. Salah satu tanggung jawab utamanya adalah urusan masak memasak dan melayani untuk hidangan acara. Dalam interaksi sosial budaya Batak, ada saatnya kita menjadi Hasuhuton dan ada pula saatnya kita menjadi Boru.

Makna apa yang diambil dari uraian parhobas itu? Semua Bangso Batak telah terdidik sebagai tukang masak dari awal mulanya, laki-laki atau pun perempuan.

Didikan dan bibit masak memasak itu yang perlu dijiwai dan dikembangkan di era sekarang ini, agar lebih bernilai bobot dan bebet oleh Bangso Batak di manapun berada.

Bagi yang masih tinggal di bona pasogit seputaran Danau Toba memainkan momen ke dua ini. Saat ini pemerintah kembali memberikan perhatian khusus ke Danau Toba dan sekitarnya pada bidang pariwisata dan maritim dengan program duplikat Monaconya.

Masyarakat di seputaran Danau Toba harus bisa menjadi parhobas kuliner untuk meningkatkan kesejahteraan. Masakan-masakan khas Bangso Batak seperti tombur, arsik, naniura, saksang, tanggo-tanggo, dan namatah agar ditingkatkan kreasi dan kualitas rasa.

Untuk memenuhi permintaan wisatawan asing dan pengunjung diluar Bangso Batak, parhobas kuliner harus memberi perhatian khusus dengan mempelajari masakan nusantara dan manca negara, seperti ayam penyet, pecal lele, chinese food, dan lainnya.

Itulah bincang-bincang dengan tokoh Bangso Batak, sesepuh Pemuda Pancasila dan Pemuda Panca Marga Kepulauan Riau, Opan Pantas Napitupulu di Cabuci Batam. "Jangan malu disebut parhobas -kuliner-!" tutupnya. (Giro, sentranews.com).

 

No comments

Powered by Blogger.