6 Tahun Petak Umpet Kemenkominfo dan Spionase Sacofa Malaysia

Kepri, Sentranews.com
Kerjasama PT Sacofa Sdn Bhd dengan PT Trans Hybrid Communication telah berakhir 15 November 2011, petak umpet Sacofa dan Kemenkominfo menjadikan kegiatan spionase tetap berlangsung sampai di segel 6/4/2017 lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sentranews.com, selain tidak membayar pajak, pada 20 September 2013 lalu
BAIS TNI menemukan indikasi pelanggaran dan gangguan keamanan pada operasional Sacofa berupa bentangan kabel bawah laut yang sampai ke darat.
Kemudian BAIS menyampaikan temuannya di rapat Mabes TNI 23 Oktober 2013. Alhasil, pada 24 Januari 2014 Kemenkominfo memutuskan bahwa perijinan landing station Sacofa telah habis berdasarkan surat pencabutan hak labuh (landing right) nomor B-68/Kominfo/DJPPI/01/2014.
Dalam proses penyelidikan temuan BAIS, PT Trans Hybrid Communication menyampaikan bahwa kerjasama dengan Sacofa telah berakhir 15 November 2011 dan menyatakan siap dicabut hak labuhnya.
Senggang waktu yang lama,  tiga tahun  kemudian pemerintah mengambil tindakan atas pelanggaran Sacofa, 2013 - 2016. Tindakan penyegelan dilakukan akhir tahun 2016.
Untuk  penyegelan dan menghentikan operasi Sacofa juga sempat tertunda 2 kali tanpa alasan jelas, 20/10/ 2016 dan 9 Nov 2016.
Akhirnya, 20 November 2016 penyegelan langding station Penarik Anambas oleh Kemenpolhukam, Kemenkominfo, Mabes TNI, dan Mabes Polri Pimpinan Laksma Semi Djoni Putra.
Dalam penyegelan ini, semua perangkat Sacofa utuh pada tempatnya, tidak ada yang diambil sebagai barang bukti.
Uniknya, di hari yang sama dari  Kemenpolhumkam membuka segel setelah empat jam dari penyegelan.
Berselang 5 bulan, Kemenkominfo membuka segel 12/3/2017 tanpa sepengetahuan Pemerintah daerah dan Panglima TNI karena proses penyelidikan telah dihentikan berdasarkan penilaian Kemenkominfo.
Alasannya, menurut Sukampono Kepala Seksi Penertiban Pengendalian Pos dan Informatika Kemenkominfo, dokumen perangkat landing station Sacofa telah ditemukan dan kondisi perangkat spionase sensitif suhu. 
Kemenkominfo tidak mengetahui Sacofa beroperasi kembali karena pihaknya mengakui hanya membuka segel dan tidak mengijinkan beroperasi.
Mendengar informasi yang terus berkembang dan permainan petak umpet hingga Sacofa beroperasi kembali melewati batas MoU,  Panglima TNI Gatot Nurmanto meninjau Sacofa di Natuna dan Anambas.
Demi kedaulatan dan keamanan negara, Gatot Nurmanto menyegel dan melepaskan perangkat-perangkat utama spionase tersebut. Panglima TNI meminta agar segel tidak dibuka dan tidak ada operasi Sacofa sebelum mendapat ijin langsung darinya.
Sebagai informasi, Sacofa adalah perusahaan Malaysia yang bergerak bidang pertelekomunikasian dan internet dengan jaringan dan perangkat yang dapat menyadap, makanya disebut spionase. 
Namun seluruh kegiatan Sacofa tidak pernah berhubungan dengan Pemerintah Daerah setempat, termasuk pembangunan fasilitas dan insfrastuktur nya
(Redaksi/giro, sentranews.com)

No comments

Powered by Blogger.