Batam Menangis, Investasi Undi Melonjak

Laporan Simson Sigiro, sentranews.com

Weekend kali ini sentranews.com mencoba menyajikan informasi ideal melihat sisi lain Batam sebagai kota industri, karena jika kita bicara industri hati masyarakat akan teriris pilu.

Order perusahaan dan investasi menurun bahkan nihil, daya beli menurun tajam, dan wajah ekonomi tenggelam tak berbentuk. Apalagi Gubernur Kepri Nurdin Basirun telah menaikan harga listrik Batam mencapai 45,5 %.

Kondisi masyarakat secara umum tertekan dan tidak bergairah. Keluhan sering terdengar di tengah masyarakat maupun di media sosial.

Pengangguran, biaya hidup tidak terpenuhi, usaha pas-pasan untuk makan, bahkan menjual harta bendanya, dan ragam keluhan lainnya.

Namun kondisi pilu itu akan berbeda dengan para abdi negara. Mereka jauh lebih nyaman dengan pendapatan resminya didukung tunjangan yang terus meningkat.

Rasa pilu sebagian para abdi negara hanya dikarenakan penerapan aturan dan pengawasan yang semakin ketat, meski mereka acap kali memainkan modus baru untuk mendapatkan lebih.
Nasib pengusaha tertentu hampir sama dengan sebagian abdi negara. 

Disamping transaksi yang anjlok, sebagian kalangan pengusaha agak kesulitan memainkan pola lama untuk mencari keuntungan lebih karena Pemerintah memokuskan patuh pajak dan patuh aturan.

Itulah kondisi real yang terpantau sentranews.com di Indonesia, Batam khususnya. Pelayanan pemerintah, kondisi industri dan jasa, dan kondisi masyarakat.

Investasi Undi Melonjak

Kondisi itu menjadi peluang bagi usaha bidang hiburan yang sempat tidak dibenarkan beroperasi di Batam. Usaha permainan hiburan algoritma yang sering disebut gelanggang permainan elektronik (gelper), bola ketangkasan, dan kim yang bersifat undi menjadi  menarik.

Peluang usaha undi ini dimanfaatkan para pengusaha hiburan yang  konsentrasinya ke bidang hiburan karaoke, kafe, dan discotiq; yang sebelumnya juga melakoni bidang usaha undi.

Dari pantauan sentranews.com, investasi dan operasi bidang undi ini terus melambung tinggi hampir di seluruh Batam. Pemerintah Batam dan instansi lainnya tidak dapat berbuat banyak untuk menertibkan dan mengaturnya menjadi sumber pendapatan, apalagi menindaknya.

Tidak sedikit masyarakat Batam yang tertarik bermain undi ketangkasan sebagai sumber penghasilan, karena hadiahnya mencapai 300% sampai 2300% dari taruhan. Kebanyakan pemainnya adalah buruh yang tidak lembur, pekerja serabutan, dan pengangguran.

Sedangkan dari kalangan pengusaha mengikuti permainan undi mengisi kekosongan waktu berharap tambahan  dana entertain dan pengusaha yang pengangguran berharap penghasilan. Tidak jarang juga, abdi negara ikut bermain undi.

Sisi positifnya, usaha undi ini dapat mempekerjakan pengangguran rata-rata 1 orang per dua sampai empat mesin undi sebagai wasit.

Disamping mempekerjakan dan menguntungkan investornya, usaha undi ini juga, menambah pendapatan orang-orang tertentu di Batam.

Semoga Batam bangkit lagi sebagai kota industri sesungguhnya.*

No comments

Powered by Blogger.