Saturday, April 8, 2017

Petak Umpet, Spionase Sacofa Malaysia Ditindak Panglima TNI.

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Saturday, April 8, 2017    

Kepri, Sentranews.com
Perusahaan spionase Malaysia PT Sacofa Sdn Bhd yang telah lama beroperasi di wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya di Natuna dan Anambas ditindak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanto.
Kerjasama Sacofa dengan Trans Hybird Communication telah berakhir 2011 namun tetap beroperasi sampai penyegelan kedua. Selain telah mengganggu kedaulatan negara, sebut Gatot Nurmanto, Sacofa telah melanggar hukum internasional dan hukum di NKRI.
Penindakan yang dilakukan (6/4) lalu berupa penyegelan untuk kedua kali disertai pemutusan jaringan,  pengambilan server dan receiver sinyal dan data transmisi, penghentian operasi, dan pengawasan penuh dari TNI di wilayah sekitar.
Operasi spionase Sacofa terletak di dua tempat yang berbeda ini, Tarempa Anambas dan Penarik Natuna  memiliki peralatan perangkat yang terletak di permukaan dan di bawah tanah. "Ini jelas mengganggu keamanan NKRI," tegas Gatot.
Menyikapi kemungkinan resiko yang akan timbul dikemudian hari atas tindakannya, Panglima TNI menyatakan, tugas utama TNI lebih memprioritaskan kedaulatan negara daripada kepentingan lainnya. "Saya tidak memikirkan ini mengganggu hubungan bilateral atau tidak," tegasnya.
Belajar dari petak umpet Sacofa dan Kemenkominfo  sebelum dan sesudah penyegelan pertama 20 November 2016. Untuk penyegelan kedua kalinya, Panglima TNI berkata "Tidak ada yang boleh membuka segel yang terpasang tanpa perintah dan seizin saya,"
Spionase Sacofa ini memiliki transmisi yang dapat menyadap berbagai kegiatan  terhubung langsung ke satelit.  Spionase berbentuk kabel fiber optik bawah laut dan darat ini dilengkapi perangkat di landing station.
Operasi spionase ini dapat juga mendeteksi secara akurat bentuk ukuran kapal selam dan kapal diatas permukaan, serta dapat mendeteksi benda lainnya melalui resonansi.
(Redaksi/giro, sentranews. com)

Comments
0 Comments

0 comments :