Wednesday, April 5, 2017

SBSI: Gubernur Kepri "Merampok" Rakyat untuk Memperkaya PLN Batam.

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Wednesday, April 5, 2017    

Sentranews.com

Penandatangan Peraturan Gubernur Kepri nomor 21 tahun 207 tentang kenaikan tarif listrik Batam golongan rumah tangga mulai pemakaian Maret pada 1 April 2017, yang berlaku surut menimbulkan amarah rakyat Batam.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muktar Pakpahan wilayah Kepri dan Batam bersama elemen masyarakat lainnya akan melakukan gugatan atas putusan tersebut dan ditindak lanjuti dengan aksi turun ke jalan.

SBSI yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (Ampli) Batam telah menunjuk 15 pengacara untuk menggugat putusan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. "Kemungkinan masih bertambah," sebut Korwil SBSI Kepri, Santo.

Menunggu pendaftaran gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjung Pinang di Batam. Ampli Batam akan melakukan aksi turun ke jalan ke-3 (17/4) yang akan datang dalam rangka menyampaikan penolakan keputusan Nurdin Basirun dan permintaan pencabutannya.

Menurut analisis Ampli, tidak ditemukan urgensi kenaikan tarif listrik Batam mengingat tujuan dan kemampuan PLN Batam. Disamping itu, awal proses penerbitan putusan tidak memperhatikan kaidah-kaidah yang ada.

Ampli Batam memandang tujuan kenaikan tarif listrik Batam (TLB) untuk memperkaya PLN Batam, bukan untuk penyelamatan. "Ini namanya perampokan rakyat atas nama kekuasaan," tegas Santo.

Terakhir Direktur Utama PLN Dadan Kurniadipura kepada wartawan mengungkapkan, tujuan kenaikan untuk keberlangsungan dan ketersediaan pelayanan listrik Batam. "-keuntungan dari kenaikan akan digunakan- Membangun dan mengadakan  sarana pembangkit listrik -di Kepri-", ungkapnya di Gedung Daerah Kepri (4/4).

Dadan mengakui kenaikan tarif listrik Batam tetap pada angka 45-an % dari tarif tagihan Februari dalam tahun ini, 30 % untuk pemakaian Maret ditambah lagi kenaikan 15 %  tagihan Juni.

Sebelumnya PLN Batam, melalui Sekretarisnya Samsul Bahri kepada media pers menyampaikan, bahwa kenaikan didasari menurunnya konsumen bisnis, inflasi dan biaya produksi, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat pulau. 

(Redaksi, sentranews.com)
Photo, saat demo penolakan TLB jilid 2

Comments
0 Comments

0 comments :