Saturday, June 3, 2017

Cacat, DPRD Kepri Lanjutkan Proses Pilwagub

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Saturday, June 3, 2017    

Kepri, Sentranews.com

DPRD Kepri membentuk Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur Kepri 17/5 lalu, yang  bertugas membuat Tata Tertib dan membentuk Panitia Pemilihan, meski calon yang diajukan Gubernur masih cacat administrasi.

Sampai saat ini Pansus masih konsolidasi internal dan konsultasi dengan KPU, pakar hukum tata negara, dan akademisi;  penyusunan draft tata tertib, serta akan studi banding ke Sumatera  Utara.
Ketua Pansus Surya Makmur kepada wartawan menjelaskan, sistem pemilihan telah disepakati dengan sistem tertutup. Sedangka hal lain masih dalam perumusan, seperti pengajuan pencalonan, persyaratan calon, hak anggota DPRD, dan formula pembentukan panitia pemilihan.

Tatib akan mengatur teknis pelaksanaan, mekanisme dan teknis pemilihan, syarat pemilih, persyaratan dan verifikasi dua calon sesuai UU nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah."Kalau calon tidak memenuhi syarat, juga diatur tatib. Panitia pemilihan yang melakukan," terang Surya Makmur.

Ketua DPRD Jumaga Nadeak dan Wakilnya Husnizar Hood membatasi  waktu Pansus untuk penyusunan tata tertib pemilihan dengan tenggang waktu selama dua minggu (sampai 31/5) lalu, sampai saat ini belum dapat dituntaskan.

Terakhir masa tugas pengesahan tatib dikoreksi Ketua Pansus menjadi 20 Juni 2017 mendatang. Sedangkan panitia pemilihan akan dibentuk setelah Tata Tertib disahkan.
Masih Cacat Administrasi

Sebelumnya, Gubernur Kepri telah mengirimkan dua nama ke DPRD yakni, Isdianto dan Agus Wibowo sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Kepri. Isdianto diusulkan dan direkomendasikan oleh lima parpol pengusung, sedangkan Agus Wibowo diusulkan Demokrat dan Nasdem. PKB, Gerindra, dan PPP  tidak merekomendasikannya.

Kedua calon harusnya melengkapi surat persetujuan dari pimpinan pusat partai pendukung Sani-Nurdin dan surat pengunduran diri masing-masing dari jabatan publik.

Perkembangan terakhir, hanya cawagub Isdianto yang telah memenuhi persyaratan pengunduran diri dari aparatur sipil negara (ASN) dan rekomondasi partai, sedangkan Agus Wibowo tidak melengkapi pengunduran dirinya sebagai Wakil KetuaDPRD Bintan atas dasar putusan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Jumaga Nadeak, kelengkapan administrasi diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2014 dan pasal 176 jo pasal 45 UU nomor 10 tahun 2015 serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Pemilihan Kepala Daerah (PKPU Pilkada).

Photo, Surya Makmur

Comments
0 Comments

0 comments :