Impor Garam Konsumsi Disulap Jadi Lokal dan Garam Industri

Jakarta, sentranews.com
Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Boediono 10/6 lalu pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan izin impor dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton, yang sebagian dijadikan produk dalam negeri.
Modusnya, Boediono mengubah dokumen dengan melakukan impor garam industri, yang seharusnya garam konsumsi. 
Menunggu perhitungan valid dari BPK, negara diperkirakan rugi sekitar Rp 3,5 miliar dari bea masuk 10 %. Harga impor Rp 400/Kg, sedangkan rencana harga jual oleh PT Garam Rp 1200/Kg.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Agung Setya menjelaskan kepada media, kasus ini berawal ketika PT Garam menerima penugasan dari Kementerian BUMN mengimpor garam konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam nasional.
Namun, garam yang diimpor oleh PT Garam merupakan garam industri dengan kadar NaCl di atas 97 persen. Garam industri yang sudah diimpor tersebut dikemas dalam kemasan 400 gram dan diberi merek garam cap Segi Tiga G.
Garam kemasan 400 gram dijual untuk kepentingan konsumsi sebanyak 1.000 ton garam konsumsi. Sisanya, sebanyak 74 ribu ton diperdagangkan atau didistribusikan kepada 45 perusahaan lain.
Perbuatan ini dinilai penyidik menyalahi Pasal 10 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 tentang ketentuan importasi garam, yang melarang importir garam industri memperdagangkan atau memindahtangankan garam industri kepada pihak lain.
Pelanggaran lainnya, pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 3 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Achmad Boediono dikenai ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Bareskrim mengungkapkan, sepanjang 2017 PT Garam mendapatkan penugasan impor garam konsumsi sebanyak 226 ribu ton dari perusahaan India dan Australia. Impor itu dibagi dalam dua tahap, 75 ribu ton dan 151 ribu ton.
(Red/Giro, Sentranews.com)
Photo.net, Dirut PT Garam Achmad Boediono (Baju putih)

No comments

Powered by Blogger.