Friday, June 30, 2017

Pemakaman Buaya Bah Manusia

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Friday, June 30, 2017    

Seekor buaya mati dibaluti kain adat dan dimakamkan dengan bah ritual pemakaman manusia di Taman Bu'at Kota Soe Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur (TTS-NTT). Penguburan berlangsung kemarin sore (29/6) dihadiri 100-an warga.
Tokoh adat setempat Wilhelmus mengatakan, prosesi penguburan dilaksanakan setelah dihadiri staf Dinas Kehutanan Kabupaten yang diutus pemkab beserta bahan bangunan untuk penguburan buaya itu.
Ritual pemakaman diikuti tokoh adat, pemuda dan masyarakat, perwakilan pemerintah daerah bahkan seorang anggota DPRD Kabupaten TTS. Juga dihadiri warga dari luar Kabupaten TTS sebanyak dua bus  dan dua pick up dari Kupang karena penasaran.
Ritual penghormatan secara adat ini juga dilatarbelakangi serah terima buaya tersebut saat masih kecil dari Pemerintah ke warga TTS dan menganggap sebagai raja air.
Sebelum ritual pemakaman, buaya itu sudah dipakaikan kain adat dan dimasukkan ke dalam liang sedalam satu meter di sekitaran kolam tempat buaya itu berada saat masih hidup. Juga, dijagai warga.
Minta Buaya Baru Ke Pemkab
Warga TTS-NTT melalui Wilhelmus dan Anggota DPRD NTT Army Konay berharap, Pemerintah Kabupaten mendatangkan buaya untuk diperlihara warga di wilayah itu sebagai pengganti yang telah mati.
Permintaan warga dikarenakan  kolam buaya telah tak berpenghuni lagi. Selain itu, buaya merupakan ikon wisata di Kabupaten TTS.
Buaya di Kabupaten TTS dan Pulau Timor merupakan bagian dari kebudayaan daerah karena di setiap kain tenun ikat suku Timor selalu terdapat motif buaya.
Buaya itu ditemukan mati di dalam sumur warga sedalam kurang lebih satu meter (27/6).
Kisahnya, buaya mengejar seekor anjing untuk dimangsa. Ketika anjing diterkam buaya tepat dekat sumur warga, anjing itu menghindar, sehingga buaya tersebut jatuh ke sumur.
Kisah Buaya TTS
Sebelum mati di sumur Anone, buaya yang ramah itu tinggal di sumur buaya di ketinggian kurang lebih 900 meter di atas permukaan laut.
Kematian buaya sepanjang lima meter di Taman Bu'at, Kelurahan Karang Siri menyebabkan warga sangat kehilangan. Selama ini buaya tersebut selalu menjadi perhatian warga setempat, terutama para wisatawan domestik dan manca negara dan memberinya makan.
Buaya itu tidak datang sendiri ke Taman Bu'at, tetapi diserahkan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. Penyerahan langsung secara adat oleh Bupati TTS Piet A Talo pada tahun 1992 silam.
Saat diserahkan usia buaya sekitar enam bulan dengan panjang kurang lebih 30 sampai 40 sentimeter.
Army berharap, agar pemerintah setempat bisa peduli terhadap keberadaan hewan yang dilindungi apalagi punya filosofi dan sejarah tersendiri.
Masyarakat setempat menganggap dan mempercayai buaya itu sebagai raja air.
(Kompas/Giro, sentranews.com)

Comments
0 Comments

0 comments :