Menentang Pancasila dan NKRI, HTI Resmi Dibubarkan

sentranews.com

Badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  dicabut Kementerian Hukum dan HAM karena dianggap menyimpang dari ideologi Pancasila dan NKRI berdasarkan data dan fakta yang dihimpun.

Tenaga Ahli Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, Sri Yunanto mengatakan, Pemerintah sudah sejak lama mengumpulkan data dan fakta terkait HTI yang mengarah pada dugaan anti-Pancasila.

Diantara beberapa bukti yang ada,  antara lain sebuah buku yang berisi rancangan undang-undang dasar sementara memuat secara rinci mengenai konsep negara khilafah. Di dalamnya mencakup konsep khilafah yang bermaksud menghancurkan konsep negara bangsa.

Peraturan hukumnya juga bertentangan dengan demokrasi karena khilafah tidak menganut Dewan Perwakilan Rakyat.

Konsep khilafah ini telah disebarkan ke berbagai institusi pendidikan dan berbagai kongres khilafah yang diadakan. Strategi agar ideologinya menjadi kenyataan maka mereka menyebarkan ke  kampus-kampus dan membuat gerakan kongres khilafah.

Bukti lainnya, video salah satu kongres khilafah yang diadakan. Seorang orator menyampaikan orasinya, agar nasionalisme dan Pancasila dihancurkan untuk menegakkan pilar khilafah.

Indikasi tersebut menunjukan HTI sebagai organisasi politik, bukan organisasi dakwah atau pun ilmiah, ungkap Yunanto usai diskusi bertajuk 'Tindak Lanjut Penerbitan Perppu Nomor 02 Tahun 2017, di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya , Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris mengungkapkan HTI melenceng dari AD/ART-nya.

AD/ART-nya mencantumkan Pancasila sebagai ideologi untuk Badan Hukum Perkumpulannya, namun dalam fakta di lapangan,  ideologi dan kegiatan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak sesuai dengan Pancasila dan jiwa NKRI.


HTI resmi dibubarkan pemerintah (19/7). Pencabutan dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
(Red.-Giro sentranews. com)

Photo, Konferensi Khilafah Internasional 2007 di gedung Gelora Bung Karno

No comments

Powered by Blogger.