Monday, September 18, 2017

Benang Merah Kenaikan Tarif dengan Investasi PLN Batam

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Monday, September 18, 2017    

PLN Batam telah dan akan menaikan tarif listrik Batam 45 % berdasarkan Peraturan Gubernur Kepri nomor 21 Tahun 2017 Tentang Tarif Listrik PLN Batam mendapatkan perlawanan dari masyarakat Batam.

Kenaikan 15 % Maret lalu, September ini 15 %, dan sisanya 15 % pada Desember 2017 mendatang. Kenaikan ini telah disetujui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kepri dan Batam seturut permintaan PLN Batam dan Pergub.

Skenario penaikan tarif Maret dan September selalu didahului  dengan pemadaman bergilir, sebagaimana catatan-catatan buram tahun-tahun sebelumnya.

Alasan-alasan pemadaman bergilir selalu berkutat sekitar PLN Batam merugi, biaya operasional tidak tertutupi, inflasi, kurs rupiah anjlok, penghematan energi, pelanggan industri dan bisnis menurun.
Belum pernah diungkapkan secara detail dan valid perhitungan yang dimaksud untuk alasan pembenaran tersebut, khususnya alasan merugi dan biaya operasional tidak tertutupi.

Belum pernah juga diakui penyebabnya dikarenakan tenaga kerja bertambah signifikan, gaji dan tunjangan naik, loses arus, dan untuk investasi di Batam dan luar Batam.
Sekedar mengingatkan. Kenaikan 15 % Maret lalu alasan PLN Batam adalah merugi dan biaya operasional mulai kritis. Untuk September ini dan Desember mendatang alasannya adalah biaya operasional tidak tertutupi.

Pelaksana Harian Sekretaris PLN Batam Rudi Antono menyatakan kepada media pers 13/9, pemadaman listrik bergilir  konsumen rumah tangga dengan lama durasi 2-3 jam per hari untuk menghemat daya hingga 80 Megawatt per harinya dan biaya operasional produksi.
Diakuinya, pemadaman bergilir sangat berkaitan dengan Peraturan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun nomor 21 tahun 2017 tentang tarif listrik Batam naik 45 % pada 1 Maret lalu, yang belum di implementasikan.

Semestinya, menurut Rudianto, sesuai juknis sekitar Agustus lalu ada kenaikan listrik lagi sebesar 15 persen tidak terlaksana mengakibatkan. Biaya operasional PLN Batam tidak tertutupi.

Sebelumnya 8/9, Pernyataan yang sama dari Manager Publik Relation PLN Batam, Bukti Panggabean pada 8/9. "Pemadaman ini memang harus kami lakukan mengingat biaya operasional yang semakin tinggi dan tidak dapat lagi tertutupi," ungkap Bukti sambil menyebut tujuan agar sektor industri dan bisnis tidak terganggu dan tidak terjadi pemadaman.

Ketertutupan PLN Batam menyangkut perhitungan yang valid untuk membenarkan alasan-alasan kenaikan tarif listrik Batam dikarenakan PLN Batam adalah swasta murni sebagai anak perusahaan PLN Persero.

Menurut PLN Batam, pihaknya tidak berkewajiban menyampaikannya kepada publik dan instansi lainnya segala perhitungan maupun hasil audit.

Hal itu disampaikan Manager Humas PLN Batam, Beny melalui Yoga kepada sentranews.com di Kantor Pusat PLN Batam saat penaikan tarif tahap pertama bulan Maret lalu.

Menjadi informasi penting bagi konsumen Batam. Apakah biaya operasional tidak tertutupi yang dimaksud adalah dari seluruh investasi PLN Batam?.
Investasi PLN Batam

Informasi yang dihimpun sentranews.com PLN Batam telah membangun delapan pembangkit yang sudah beroperasi di beberapa daerah di Indonesia tahun 2016, yaitu pembangkit listrik tenaga gas atau mobile plant (PLTG/MPP) dengan total daya 500 Megawatt (MW).

Pembangkit tersebut adalah MPP Jeranjang–Lombok (2x25 MW) mulai operasi sejak 27 Juli 2016, MPP Air Anyir–Bangka (2x25 MW) beroperasi per 13 September 2016.

Kemudian MPP Tarahan–Lampung (4x25 MW) operasi pada 29 September 2016, MPP Nias (1x25 MW) mulai operasi pada 31 Oktober 2016, MPP Pontianak (4x25 MW) beroperasi per 8 November 2016.

Selanjutnya, MPP Balai Pungut–Riau (3x25 MW) operasi pada 13 Nopember 2016, MPP Suge–Belitung (1x25 MW) operasi sejak 22 Nopember 2016.

Terakhir Paya Pasir Medan 3x25 MW yang baru masuk ke sistem kelistrikan Medan unit 1 9 Desember 2016, unit 2 pada 13 Desember 2016, dan terakhir unit 3 pada 16 Desember 2016.

Dalam tahun yang sama PLN Batam telah melakukan interkoneksi Batam-Bintan  dengan jalur transmisi dan GI 150 kV. Dirut PLN Batam Dadan Koesniadipura mengatakan, PLN Batam menyiapkan pembangkit tersendiri untuk menjual daya.

Informasi terkini PLN Batam juga akan mengembangkan usaha kelistrikannya untuk berinvestasi ke Papua Barat. (Bbs/giro, sentranews.com).
Photo, MPP Tarahan–Lampung (4x25 MW). Investasi senilai Rp 8 Triliun.

Comments
0 Comments

0 comments :