Gempa Bali Awas 962, Pengungsi dan Ternak Tertangani

Bali, sentranews.com

Gempa bumi Bali terjadi beberapa hari belakangan ini mencapai kekuatan 4,3 SR sehingga warga dan ternaknya diungsikan Pemerintah.

Berikut informasi gempa dan penanganan yang dihimpun sentranews.com dari berbagai sumber.

Sisi kesehatan. Informasi terkini dinyatakan Menteri Kesehatan Nila Moeloek,   pengungsian di Kabupaten Karangasem mulai terserang penyakit. Penyakit yang paling banyak diderita pengungsi yaitu Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Selain itu, Panglima TNI Gatot akan menurunkan kapal rumah sakit KRI Dr Soeharso untuk siaga menunggu koordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek. Juga meminta TNI siaga 24 jam.

Upaya penanganan telah dimulai Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyiapkan lima bus Damri gratis untuk pengungsi Gunung Agung. Juga memberikan bantuan logistik 35 ton beras dan beberapa perlengkapan.

Sebelumnya Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di Karangasem, Bali (27/9/2017) mengungkapkan, kebutuhan pengungsi Gunung Agung sebanyak 23,5 ton beras per hari.

Kementeriannya mengupayakan segala kebutuhan pengungsi. Untuk pertamakali telah disalurkan Rp 4,8 miliar berupa bahan makanan, tenda dan perlengkapan pengungsian.

Bantuan berupa layanan dukungan psikososial (LDP) di 16 titik lokasi pengungsian. Layanan ini diberikan guna mengatasi trauma psikologis yang dialami warga di lokasi pengungsian berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosio psikologis lainnya.

Turut serta juga penanganan musibah gempa Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bersama Pemerintah Bali untuk mengevakuasi ternak dari wilayah zona merah Gunung Agung

Penyelamatan ternak dilakukan sejak 23/9.  Ternak yang dievakuasi ke lokasi penampungan masih sebanyak 1.001 ekor sapi, 20 ekor kambing dan 3 ekor babi serta 3.000 ekor ayam petelur per 26/9/2017. Tempat penampungan menyebar di 24 Desa, 14 Kecamatan dan 5 Kabupaten.

Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 28/9 lalu mengindentifikasi gempa terletak di titik koordinat  8.33 LS dan 115.48 BT.

Selama 24 jam pada Rabu (27/9) kemarin terjadi 942 gempa. Sebanyak 314 gempa di antaranya adalah gempa vulkanik dangkal dan 564 merupakan gempa vulkanik dalam. Sementara itu, gempa tektonik lokal terjadi sebanyak 64 kali.

Gempa yang terjadi dengan Kedalaman 5 Kilometer.  4 gempa di antaranya terasa di  Gianyar, Denpasar,  dan getarannya hampir di seluruh wilayah Bali dengan status "awas". (Giro, sentranews.com)

No comments

Powered by Blogger.