Sunday, October 8, 2017

Diwarnai Manuver dan Intrik, Nasib Cawagub Kepri Agus Wibowo Ditentukan Mulai Besok

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Sunday, October 8, 2017    

Kepri, sentranews.com

Panitia Pemilihan Wakil Gubernur Kepri yang terbentuk 43 hari lalu akan mengakhiri tahap awal penelitian berkas calon sampai 17/10/2017 pukul 17.00 WIB. Isdianto dinyatakan lengkap pada 6/10/2017, sedangkan Isdianto akan ditentukan nasibnya mulai besok.

Panitia Pemilihan memberikan kesempatan terakhir bagi Agus Wibowo melengkapi persyaratan mulai tanggal 10-17 Oktober 2017. "Kami beri waktu selama sepekan lagi, terhitung sejak Selasa pekan depan," ungkap Ketua Panitia Pemilihan Hotman Hutapea pada akhir sesi pertama persyaratan administrasi (6/10/2017).

Menurut Hotman,  berkas yang masih tidak lengkap akan dikembalikan ke Gubernur untuk dilengkapi atau diganti calon lain. "Kalau pada kesempatan kedua belum juga memenuhi persyaratan, maka kami anggap kandidat itu tidak serius, karena itu kami akan mengusulkan kepada partainya melalui gubernur untuk diganti," tegasnya.

Nantinya, sebut Hotman, Panitia Pemilihan memberikan waktu seminggu kepada Nurdin Basirun untuk mengusulkan kembali satu nama pengganti sejak berkas calon yang tidak lengkap dikembalikan ke Gubernur Kepri.

Upaya ke dua, Panitia Pemilihan akan menyurati kembali Gubernur setelah dalam waktu 7 hari  tidak mengusulkan satu nama calon pengganti.

        
Upaya ke tiga, Panitia Pemilihan akan meminta arahan dari Menteri Dalam Negeri tentang nasib Panitia Khusus dan Panitia Pemilihan Wakil Gubernur Kepri. " Jika tidak, kami akan akan meminta arahan Mendagri untuk langkah selanjut. Apakah bisa dilanjutkan atau tidak?" kata Hotman.

Manuver dan Intrik

Tudingan perlambatan pengisian Wakil Gubernur Kepri oleh Gubernur Nurdin Basirun makin terungkap dan gamblang dengan berbagai manuver dan intrik, sebagaimana penilaian politisi Kepri di sentranews.com.

Nurdin mengaku penyerahan berkas ke DPRD Batam bukan atas keinginannya sendiri secara pribadi atau pun jabatan Gubernur, melainkan dikarenakan unsur paksaan dari berbagai pihak.

"Kemarin saya didesak-desak untuk mengusulkan cawagub. Saya antar dua nama ke DPRD Kepri, kemudian dikembalikan, diperbaiki lagi persyaratannya," ujarnya 15/9/2017 di halaman DPRD Kepri kepada Pers.

Selain itu, Nurdin juga  mengakui belum berkeinginan menyampaikan calon wakilnya ke DPRD Kepri karena belum ada kesepakatan Partai Pengusung Sani-Nurdin pada Pemilihan Kepala Daerah/Wakil tahun 2016 lalu.

Nurdin memastikan belum ada berita acara terkait penetapan Isdianto dan Agus Wibowo sebagai cawagub partai pengusung. Tata tertib pemilihan, sebutnya, mengatur tentang persyaratan pencalonan. Diantaranya rekomendasi terhadap cawagub dibuktikan melalui berita acara yang memuat fakta bahwa seluruh partai pengusung menyetujuinya.

Panitia Khusus Tata Tertib dan Panitia Pemilihan membantah pernyataan Nurdin. Menurut panitia, tidak ada pemaksaan terhadap preogratif Gubernur Kepri menyerahkan 2 Calon Wakil Gubernur dari beberapa calon yang diajukan partai, karena calon yang diajukan telah mendapat persetujuan pimpinan partai bersangkutan.

"Logikanya, kalau tidak disetujui, kenapa gubernur menyerahkan dua nama (calon Wakil Gubernur Kepri) itu kepada Ketua DPRD Kepri?. Kan tidak mungkin, meski dipaksa siapapun juga," kata Ketua Panitia Khusus Tata Tertib Pemilihan Cawagub Kepri, Surya Makmur Nasution kepada Media Pers di Kantor DPRD Kepri.

Terkait bukti dukungan partai, Ketua Panitia Pemilihan Hotman Hutapea akan segera menunjukan kepada publik.
"Kalau bukti tertulis belum ada, nanti 'kan bisa dibuat berita acaranya. Saya akan tunjukkan kepada pers bahwa ada bukti dukungan dari seluruh pimpinan partai pengusung terhadap cawagub yang diusulkan gubernur," terangnya

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood mengungkapkan, telah dihilangkannya berita acara hasil rapat partai pengusung bulan Desember 2016 yang dipegang oleh Raja Ariza, Asisten I Pemprov Kepri.

Menilik Pansus dan Panlih

Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur Kepri terbentuk 17/5/2017 akibat lambatnya Gubernur Kepri menyerahkan dua calon Wakil Gubernur yang memenuhi persyaratan administrasi.

Pansus diketuai Surya Makmur, menuntaskan pembuatan Tata Tertib Pemilihan dan  pembentukan Panitia Pemilihan selama tiga bulan seminggu lebih. Jauh dari  dari harapan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, yang mengharapkan seminggu atau dua minggu selesai.

Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri terbentuk 28/8/2017 lalu setelah paripurna DPRD Kepri menetapkan Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur Kepri di hari yang sama pada laporan Panitia Khusus (Pansus). Panitia Pemilihan diketuai Hotman Hutapea.

Panitia Pemilihan menerima  berkas calon dari Ketua DPRD Kepri awal minggu ke dua bulan September lalu, dilanjutkan penelitian berkas persyaratan administrasi Calon, dan pemanggilan direncanakan 15/9/2017 untuk menjelaskan hasil penelitian berkas dan segala kekurangan administrasi. Ketika itu pemanggilan  ditunda karena Panitia Pemilihan tidak memiliki format persyaratan administrasi.

Surat pemanggilan pertama yang terealisasi di akhir September 2017 lalu, dihadiri Calon Wakil Gubernur Kepri Isdianto sekaligus melengkapi administrasi diakhir batas waktu 6/10/2017.

Isdianto lengkap, sementara Calon Wakil Gubernur Kepri Agus Wibowo tidak hadir dan tidak melengkapi berkas persyaratan administrasinya sebagai salah satu calon yg diajukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
(Giro)

Photo, Agus Wibowo (kanan) dan Isdianto

Comments
0 Comments

0 comments :