Drama Politik Partai Pengusung dan Gubernur Kepri di Menit Terakhir

Tanjung Pinang, sentranews.com

Mantan Ketua Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja mendadak  direkomondasikan menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri tanpa surat resmi dari Gubernur Kepri.

Drama itu berlangsung di menit akhir sebelum penetapan Isdianto sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri.

Dalam paripurna, kelima partai politik pengusung Sani-Nurdin mengungkapkan telah merekomendasikan Mustafa sebelum sidang paripurna penetapan dimulai.

Rekomondasi tahap pertama diperoleh dari empat partai (PKB, Gerindra, Nasdem dan PPP) pada rapat bersama 21/11/2017 malam hari di Batam, yang diserahkan langsung oleh pimpanan partai kepada Gubernur Kepri.

Rekomondasi tahap ke dua diberikan Partai Demokrat pada Rabu, 22/11/2017 siang hari.

Terungkap, rekomondasi tersebut tidak diserahkan Gubernur Kepri secara resmi kepada DPRD Kepri sampai akhir sidang paripurna penetapan Isdianto sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri, meski telah berada sebagian (PKB, PPP dan Demokrat) rekomondasi ditangan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

Secara terbuka, Jumaga Nadeak mengakui di sidang paripurna bahwa, penyerahan rekomondasi tersebut tidak secara resmi dari Gubernur kepada DPRD Kepri.

"Kalau begitu maka, saya anggap surat itu tidak ada. Kecuali kalau surat itu diserahkan secara resmi. Nah, itu baru jelas!," tegas Taba Iskandar dari Fraksi Golkar.

Pengakuan Jumaga tersebut dengan menunjukan rekomondasi  pasca  Ketua Pansus Pemilihan Wakil Gubernur Kepri, Surya Makmur membacakan tahapan pemilihan sesuai tata tertib.

Surya Makmur mengungkapkan telah ada rekomondasi mencalonkan Mustofa sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri.

(Giro)

Photo, Mustofa Widjaja

No comments

Powered by Blogger.