Friday, November 3, 2017

Politik Tingkat Dewa - Mabuk di Cawagub Kepri

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Friday, November 3, 2017    

Batam, sentranews.com

Lambatnya pengisian Wakil Gubernur Kepri dikarenakan berbagai skenario, intrik dan manuver dari Gubernur Kepri, DPRD Kepri, Partai Politik, dan tim sukses telah mencapai titik nadir dengan sebutan politik tingkat Dewa-Mabuk.

Sebutan itu disematkan para aktivis Kepri Uba Sigalingling, Susanto Siregar, dan aktivis lainnya pada bincang-bincang di linimasa Uba Galingging atas berita sentranews.com berjudul "Diwarnai Manufer dan Intrik,...,".

Berita tersebut mengupas unsur kesengajaan lambatnya pengisian Wakil Gubernur Kepri, Calon tidak memenuhi syarat, kinerja Pansus dan Panlih. Satu setengah tahun tidak ada Calon Wakil Gubernur Kepri yang valid untuk dipilih DPRD Kepri.

"Politik tingkat Dewa," sebut Uba. "Dewa Mabuk," tegas Susanto. Sembari Aripati Feriadi dan lain-lain membuat canda tentang kedewaan dan sablengnya politik Kepri.

Susanto menjadikan persoalan buram ini menjadi catatan penting dalam perjalanan politik di Kepri. "Catatan ini akan menjadi penilaian utama kami terhadap orang-orang yang paling merasa berhak dan tidak mempunyai kapasitas untuk periode berikutnya.

Lambatnya proses pemilihan Calon Wakil Gubernur adalah bentuk ketakutan pribadi terhadap yang dianggap akan menjadi "hantu" atau perusak sistem yang ada saat ini.

Setelah pemilihan dan penetapan Wakil Gubernur Kepri nanti, dengan kiasan Susanto berharap, orang yang bermentel ria dan bermental tempe tidak mendapat bisul dibokongnya."

Hal itu disampaikan karena Susanto Cs mengenal trackrecord para elit yang bermain dalam  pengisian Wakil Gubernur Kepri. "Mengetahui perjalanan para pendekar lebih enak diskusinya," ungkapnya.

(Giro)

Photo, Susanto Siregar

Comments
0 Comments

0 comments :