Saturday, November 25, 2017

Presiden Jokowi: Pasarma Barita On tu Liat Portibi On

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Saturday, November 25, 2017    

"Pidong na habang pasarma barita on tu liat portibi on!. (Burung yang terbang sampaikanlah berita ini ke seluruh dunia!.-red)," sebut Joko Widodo (Jokowi), yang disusul  ucapan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa meresmikan Bandara Silangit.

Kalimat yang disampaikan Presiden Jokowi pada 24/11/2017 tersebut memiliki kekuatan tersendiri bagi Pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan informasi ke seluruh jagad raya tentang tanah Batak dan habatahon.

Pemaknaan tersebut dijelaskan keturunan Batak dari Raja Silahi Sabungan, Simson Sigiro kepada  sentranews.com di kantornya. "Itu adalah perintah seorang raja," ungkap Simson

Mengapa peresmian Bandara Silangit Siborong-borong dihubungkan dengan tanah Batak dan habatahon (adat budaya batak-red)?.

Kita harus melihat kilas balik apa yang dijelaskan Jokowi sebelum melontarkan perkataan tersebut. Diantaranya mengenai tanah Batak dan sejarah mahadahsyatnya, serta  budayanya.

"Tujuh puluh empat ribu tahun silam, wilayah Danau Toba yang indah ini lahir dari letusan mahadahsyat dan dampaknya terasa ke seluruh dunia. Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar," kata Presiden Jokowi, yang diulangi Simson Sigiro.

Menurut Simson, pemikiran Jokowi sangat jauh ke depan yaitu  mengulang sejarah Batak dan Danau Toba yang mengguncang dunia dalam wujud berbeda di era modern.

Wujudnya adalah menjadikan tanah batak sebagai pusat pariwisata dunia dengan icon budaya Batak dan Danau Toba untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu sangat dibutuhkan ketersediaan  insfrastruktur.

Sebelum impian tersebut, Jokowi juga menyampaikan kalimat berulang  "Buha ma pintu buha ma tangan,  (ai) nungnga rade labuan di hita internasional. Saya ulang, Buha ma pintu buha ma tangan (ai) nungnga rade labuan di hita internasional," mohon Jokowi setelah melepas burung merpati ke alam bebas.

Kalimat tersebut, jelas Simson, menunjukan bahwa Presiden mengajukan permohonon kepada masyarakat Batak, agar dapat membuka hati dan pikiran, serta mempersiapkan  sumber daya manusia yang mumpuni untuk berbuat.

Selain itu sangat diharapkan juga dukungan penuh dari masyarakat tentang ketersediaan lahan untuk pembangunan insfrastruktur.

Mantan Ketua Pemuda Raja Silahi Sabungan Batam ini memandang perintah, harapan dan permohonon Presiden Jokowi ini sangat sempurna.

Penyempurnaan dari semua yang diutarakan Jokowi adalah penyampaian berkat. "Horas Tondi ma dingin, pir tondi matogu (Diberkatilah yang lembut hatinya dan diberi kekuatan untuk melakukannya-red), " kata Jokowi, tiru Simson. 

Simson Sigiro mengharapkan Menteri terkait, Otorita Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten di tanah Batak seputaran Danau Toba memahami perintah "Raja" tersebut.

"Perintah dan harapan Presiden tersebut tidak terpaku  hanya kepada Bandara Silangit, melainkan seluruh kebutuhan untuk menjadikan Tanah Batak dan Danau Toba sebagai pusat pariwisata internasional," tutup  Ketua Pembina Permasis Indonesia ini.

(Prist)

Comments
0 Comments

0 comments :