Menilik Adat dan Ritual Tahunan Keturunan Raja Silahi Sabungan Se Dunia

Pesta syukuran tahunan keturunan Raja Silahisabungan se dunia  di Silalahi Nabolak Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi  Sumatera Utara, selalu menyelenggarakan acara-acara budaya adat dan ritual.

Budaya adat dan ritual terpenting yang dilakukan setiap tahunnya adalah manguras dan mamantom horbo (membersihkan dan menyembelih kerbau-red), ulaon hahomion (berdoa khusus-red) di Jabu Parsantian dan ziarah ke Tugu Makam Raja Silahi Sabungan (Tumaras).

Berikut prosesi budaya adat dan ritual terpenting dari lainnya, yang dilakukan masa kepanitiaan Tungkir Raja 24-26 November 2017 lalu secara berurutan:

Prosesi Manguras dan Mamantom Horbo (membersihkan dan menyembelih kerbau).

Manguras dan mamantom merupakan ritual mendoakan seekor kerbau kepada Mulajadinabolon (TUHAN) dan penghormatan jasa leluhur (Raja Silahi Sabungan dan anak-anaknya; Loho, Tungkir, Sondi, Dabutar, Dabariba,Debang, Batu, Tambun serta putrinya Deang Namora).

Manguras horbo diawali dengan prosesi pergantian Raja Bius Pamantom Horbo (penyembelih kerbau-red) dari Ayah Mira Situngkir  ke anaknya Lemman Situngkir. Pergantian ini dikarenakan usia Mira Situngkir tidak dapat menjalankan tugasnya.

Sebagai informasi, Raja Pamantom Horbo disetiap hajatan besar Silahisabungan adalah kewenangan dari keturunan Tungkir Raja yang dilaksanakan di kediaman Mira Situngkir.

Setelah itu Raja Pamantom didampingi keluarga dekat dan dikuti rombongan, melakukan prosesi jalan kaki menuju Jabu Parsantian (rumah persatuan Silahi Sabungan-red) di komplek Tumaras.
Setelah tiba di halaman Jabu Parsantian acara manguras dan mamantom horbo dimulai.

Raja Pamantom memimpin doa persembahan dan permohonan kepada Mulajadinabolon. Dilanjutkan dengan manguras horbo.

Manguras horbo ini, masing masing perwakilan turpuk dari delapan Raja Turpuk melakukan percik air utte pangir (jeruk purut-red) ke kepala kerbau tersebut dengan kesatuan hati yang tulus.
Setelah kedelapan Raja Turpuk manguras, Raja Pamantom menyembelih kerbau tersebut.

Prosesi Ulaon Hahomion (Ritual Doa Khusus)

Ulaon hahomion adalah acara doa-doa khusus kepada Mulajadinabolon ( TUHAN) yang diselenggarakan di Jabu Parsantian.

Doa-doa yang disampaikan  adalah permintaan kepada Mulajadinabolon agar seluruh rangkaian acara pesta berjalan dengan baik dan dijauhkan dari mara bahaya. Juga, doa permintaan agar seluruh keturunan Raja Silahi Sabungan dimana pun berada dalam kondisi sehat walafiat dan terberkati.

Ulaon hahomion ditandai dengan meletakan upa-upa (sesajen) di galapang (tempat sesajen) di Jabu Parsantian berupa sirih, beberapa jenis itak (makanan tanpa dimasak dari beras yang ditumbruk ), dan jeruk purut.

Acara hahomion pun dimulai dengan melantunkan doa-doa yang dipimpin oleh Keturunan Raja Silahi Sabungan dari Tungkir Raja, Martua Sipayung.

Setelah amin, semua peserta yang hadir meletakkan sirih masing-masing diatas galapang berdekatan dengan sesajen tadi.

Prosesi Ziarah ke Tumaras

Setelah selesai ulaon hahomion semua peserta  diajak ziarah ke Tugu dan Makam Raja Silahisabungan (Tumaras). Tumaras adalah tempat penghormatan tertinggi secara adat kepada Raja Silahi Sabungan bersama istrinya dan semua anak-anaknya, yang diyakini telah disatukan.

Ziarah dipimpin oleh keturunan Tungkir Raja putra ke dua Raja Silahi Sabungan, Raya Situngkir.
Ziarah ini juga dilakukan doa-doa permintaan agar semua keturunan Raja Silahi Sabungan senantiasa dalam lindungan Mulajadinabolan.

Meski ada tambahan perlengkapan sesajen berupa boras ni si bolak bulung (buah pisang), namun jenisnya lebih sedikit dibanding perlengkapan  ulaon hahomion.

Gondang 33 dan Si Pitu Dai

Gondang 33 adalah khas alat dan alunan musik warisan Raja Silahi Sabungan yang masih dilestarikan sampai saat ini.

Gondang (gendang) 33 dilakukan untuk membuka acara umum secara resmi, setelah ulaon hahomion dan ziarah.

Sebelum dibuka acara umum, terlebih dahulu makan siang bersama. Bersamaan dengan makan siang, dilakukan juga makan bersama makanan khas si pitu dai (tujuh rasa) di Jabu Parsantian.

Prosesi Adat Penyerahan Panitia Secara Estafet

Pada acara penutup dari seluruh kegiatan tahunan adalah serah terima Panitia secara estafet keturunan Raja Silahi Sabungan dari anak laki-laki yang sulung sampai si bungsu, Loho Raja sampai Tambun Raja.

Panitia 2017 Tungkir Raja di wakili Raja Turpuk Marhula Situngkir didampingi Ketua Umum Panitia menyerahkan Amak (tikar pandan berukuran kecil-red) kepada Pimpinan seluruh Raja Turpuk, yaitu Loho Raja selaku anak sulung didampingi Raja Turpuk lainnya dan Ketua Umum Punguan Raja Silahi Sabungan Se Dunia , setelah manortor mangaliat (menari berkeliling-red).

Setelah diterima Pimpinan Raja Turpuk Loho Raja, Derik Sihaloho menyerahkan kepada adiknya  Raja Turpuk Sondi Raja Peter Antoni Rumasondi didampingi seorang keturunan Sondi Raja lainnya, Asner Silalahi untuk Panitia Tahun 2018.

Malamnya, Raja Turpuk Sondi Raja mengumpulkan para tua-tua keturunan Sondi Raja di rumah perkumpulan untuk penyerahan tugas kepanitian, dengan membentangkan amak dan mendudukinya. Acara ini sekaligus makan bersama buah tangan ayam jantan dari tulang Padang Batang Hari.

Prosesi pelaksanaan adat dan ritual budaya keturunan Raja Silahi Sabungan tersebut disampaikan Humas dan Publikasi Luhutan Bolon Silahi Sabungan Bolahan Amak Tungkir Raja, Jopen Situngkir kepada sentranews.com.

Jopen Situngkir mengharapkan, jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan budaya prosesi adat dan ritual tersebut, kiranya disempurnakan Panitia Sondi Raja 2018 dan selanjutnya.

Diwaktu dan tempat yang berbeda, mantan Ketua Umum Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahi Sabungan Bolahan Amak Tambun Raja 2015, Panahatan Tambunan kepada sentranews.com,  mengarapkan segenap keturunan Oppu Raja Silahi Sabungan semakin bersatu dan tidak pernah melupakan sejarah.

Menurutnya, selain sejarah penting lainnya tentang Raja Silahi Sabungan adalah, sejarah telah bersatunya Oppung Raja Silahi Sabungan dengan istri bersama anak-anaknya laki-laki dan perempuan di Tumaras. Dengan demikian, setiap pelaksanaan pesta  budaya adat dan ritual tahunan selanjutnya lebih sempurna.

(Red)

Photo: Relief ketika masa muda Raja Silahi Sabungan menerima berkat dari Yang Maha Kuasa masa hidupnya di Silalahi-Nabolak (atas); Penyerahan kewenangan Raja Pamantom (bawah)

No comments

Powered by Blogger.