Thursday, December 7, 2017

OTT Suap Menyuap Dendi Purnomo Telah Di Kejati Tanjung Pinang

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Thursday, December 7, 2017    

Kepri, sentranews.com

Direskrimsus Polda Kepri telah menyerahkan berkas perkara suap menyuap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dendi Purnomo dengan Direktur PT Telaga Biru Semesta,  Amirudin ke Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang tadi siang (7/12/2017).

Kuasa Hukum Amirudin, Niko Nikson Situmorang mengakui kliennya telah memasuki tahap II, dimana telah siap untuk disidangkan. Bersamaan dengan itu berkas perkara dan barang bukti serta tersangka telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Tanjung Pinang.

Penyerahan tersebut sedikit melambat dari target Direskrimsus Polda Kepri, yang sebelumnya telah mengagendakan penyerahan pada 4 Desember lalu.

"Kasus perkara Kepala Dinas -Lingkungan Hidup- Dendi Purnomo dan Amir -Direktur PT Telaga Biru Semesta- sudah masuk tahap P 21 dan pada tanggal 4 Desember 2017 tersangka dan barang bukti akan kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto kepada media online lokal di Mapolda, 27/11/2017 lalu.

Kuasa hukum Amiruddin, Niko Nikson Situmorang, mengakui kliennya menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

"Bukan uang suap!. Uang tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih," sebut Nikson. Menurut Nikson, perijinan kegiatan tank cleaning  PT Telaga Biru Semesta  telah diterbitkan  di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Dendi Dijebak?

Setelah OTT, Dendi Purnomo mengaku merasa dijebak Amir. Kuasa Hukum Amir, Nikson menilai hal itu merupakan ungkapan orang yang panik.

Dilain waktu, Kuasa Hukum Dendi Purnomo Ampuan Situmeang tidak berkenan membuka persoalan itu ke publik karena sudah menyangkut substansi. Jika dibuka, diyakini Ampuan akan dapat menimbulkan kegaduhan.

"Yang jelas, kami dan penyidik selalu kooperatif, supaya cepat berjalan pemeriksaannya. Soal katanya ada unsur jebakan, itu adalah suatu keadaan yang ditarik dari peristiwa yang terjadi. Itu sudah substansi penyidikan. " ujar Ampuan kepada salah satu media lokal.

Ia menyayangkan  jajaran Polda Kepri yang bisa membuat situasi kontraproduktif, dengan mengatakan selama menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dendi Purnomo telah 12 tahun melakoni praktik suap.


Kedua tersangka adalah operasi tangkap tangan suap menyuap di kediaman Dendi Purnomo  Komplek Pengairan no 6 Rt 6 Rw 12, Sei Harapan, Sekupang Batam pada 23/10/2017 lalu. Suap menyuap itu perihal perijinan dan pengawasan kegiatan tank cleaning di laut oleh PT Telaga Biru.

Dilanjutkan dengan penggeledahan ruang kerja Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Kantor Dinas Lingkungan Hidup 25/10/17. Juga, PT Telaga Biru Semesta.

Tidak hanya itu, informasi yg dihimpun sentranews.com, Direskrimsus juga akan mengembangkan modus yang sama dengan perusahaan lain.
"Saya sudah perintahkan kepada penyidik,"  kata Budi Suryanto.


Sebagai informasi kedua tersangka disangkakan dengan ayat dalam pasal dan undang-undang yang sama. Dendi Purnomo disangkakan pasal 5 ayat 2, 11, 12 a dan b Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dengan Undang-undang yang sama, Amir disangkakan pasal pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b tentang gratifikasi. 

Untuk berjalannya pelayanan dang fungsi serta mengisi kekosongan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Wali Kota Batam HM Rudi telah menunjuk Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam yaitu Herman Rozi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan.

(Giro)

Comments
0 Comments

0 comments :