Tuesday, January 9, 2018

Ditunggu 5 Sore ini, PDIP-PPP Alot Soal Politik Agama

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Tuesday, January 9, 2018    

Medan, sentranews.com.

Peta politik Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara bergerak dinamis dan mengubah opini publik mengenai figur, PDIP dan PPP belum mendaftarkan calon Gubernur dan Wakil Gubernurnya ke KPUD Sumut, yang ditunggu sampaik pukul 5 sore ini.

PDIP pun mengambang karena kekurangan 4 kursi DPRD Sumut untuk mengusung Djarot-Sihar. Satu-satunya kunci PDIP hanya ada di PPP memiliki 4 kursi, yang belum memberikan dukungan.

Pergerakan dinamis itu dimanfaatkan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi untuk pencalonannya, yang telah didepak partainya dan pendukungnya.

PPP akhirnya menawarkan Tengku Erry ke PDIP sebagai Gubernur, sedangkan wakil diserahkan kepada PDIP. Atau Djarot tetap Calon Gubernur, sedangkan Calon Wakil Gubernur Sihar diganti dengan kiblat ka'bah.

Sebelumnya Tengku Erry Nuradi telah didepak dari pencalonan oleh Nasdem dan Golkar, PKB dan PKPI. Dialihkan ke Edy Rahmayadi-Musa pasangan calon PKS, Gerindra dan PAN.

Menurut Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani dan Jafaruddin Harahap Sekretaris DPW PPP Sumut 9/1/2017 di media online lokal, partainya melobi PDI-P untuk mengusung pasangan di Pilkada Sumut dengan negoisasi, calon harus satu kiblat dengan partainya yang berlambang ka'bah.

"-Bila calon wakil Gubernur  bukan kiblat ka,bah - Ya, nanti kita pertimbangkan lah, kami harus tanyakan. Sebab yang paling penting saat ini adalah calon gubernurnya Muslim," kata Arsul.

Menurut Jafaruddin, tidak mungkin Djarot dipasangkan dengan Tengku Erry, pasalnya mereka berdua pernah menjabat sebagai Gubernur. Menurut peraturan perundang-undangan, Gubernur tidak bisa turun pangkat dicalonkan menjadi Wakil Gubernur.

Situasi Politik di Jalan Diponegoro.

Di Jakarta, sampai saat ini petinggi PDIP dan PPP masih menggodok ulang pasangan calon yang akan didaftarkan ke KPU Sumut yang berpeluang besar untuk menang. Sebagaimana dilaporkan rekan kamimerdeka.com

Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi ada tiga calon potensial yang disiapkan jika PPP diberikan opsi mendampingi Djarot. Nama yang muncul adalah anggota DPR Fraksi PPP Hasrul Azwar, Fadly Nurzal, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Lubis.

Dia mengakui PPP masih menginginkan posisi cawagub jika berkoalisi dengan PDIP di Sumut. Namun, PDIP masih bersikukuh mengusung Djarot-Sihar berdasarkan kalkulasi kemenangan yang mereka lakukan.

"Aspirasi dari bawah begitu, menginginkan kalau calon wakilnya internal dari PPP. Kalau gubernurnya dari PDIP wajar dong wakilnya PPP," katanya di DPP PPP, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ada pihak yang mencoba mengganjal pencalonan Djarot.

"Ada yang mencoba mengganggu kerja sama itu ada yang khawatir munculnya pak Djarot yang fenomenal," kata Hasto di DPP PDIP, Jakarta Pusat (9/1/2018)

Hasto memastikan posisi pencalonan Djarot sudah aman di Pilgub Sumut. Dia mengaku komunikasi politik dengan partai lain sudah terjalin dengan baik. Menurutnya, PDIP tengah melakukan lobi dengan PPP agar mendukung pasangan Djarot-Sihar Sitorus. Sebab PPP satu-satunya partai yang tersisa.

Dia mengakui PPP memberikan syarat agar kadernya menjadi cawagub pendamping Djarot. Hasto memastikan hal itu hanya dinamika politik semata.

"Itu dinamika yang wajar tapi yang kami tegaskan dalam kompetisi itu jangan menghalalkan segala cara," katanya.

Sebagai informasi, JR Saragih- Ance telah mendaftarkan KPUD Sumut (9/1/2018) dan Edy-Musa (8/1/2018).

Informasi lainnya, pendaftaran calon dilakukan mulai tanggal 8  sampai hari ini 10 Januari 2018 pukul 17.00 WIB dan  pemilihan kepala daerah serentak diselenggarakan pada 27 Juni 2018. Pemilihan kepala daerah ini berlangsung di 171 daerah, yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. 

(Katas)

Photo, ERRY-SIHAR

Comments
0 Comments

0 comments :