Friday, January 19, 2018

JR Saragih Salahkan Jajarannya tentang JR

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Friday, January 19, 2018    

Simalungun-sentranews.com.

Bupati Simalungun JR Saragih ternyata telah akrab baginya mengenai plesetan namanya, JR adalah Jalan Rusak. Akibat plesetan tersebut, JR Saragih menuding kambing hitamnya adalah jajarannya sendiri. Lurah, Pangulu dan Camat dinilainya tidak bekerja.

"Saya selalu dibilang JR adalah Jalan Rusak, padahal sebelum saya menjadi Bupati sebanyak 82 persen jalan rusak. Hanya 28 persen yang bagus, sekarang jalan rusak sudah 30 persen. Saya terus mencoba benahi jalan, tapi saat sudah dibenahi rusak lagi. Di mana kerja kalian? Sekali lagi pangulu, camat serta lurah harus tegas. Jagalah jalan yang sudah dibenahi," paparnya.

Di acara yg sama, kepada wartawan JR mengulangi kembali penekanannya. "Saya minta kepada masyarakat agar melaporkan kepada saya jika ada pegawai baik itu pangulu, camat dan lurah yang tidak bisa bekerja dengan baik demi menjaga kondisi jalan," pungkasnya.

Pantauan dan laporan yang diterima sentranews.com di sekitar Sidamanik dan Pamatang Sidamanik sekitarnya ada pembangunan jalan dibeberapa titik tetapi tidak konprehensif.

Masyarakat Sidamanik melalui Sekretaris Jenderal Permasis Indonesia  Priston Silalahi mengharapkan,  Bupati Simalungun memeriotaskan jalan Sidamanik-Jorlang Uluan dan titik lainnya, selain janji jalan Siantar-Sidamanik-Pamatang Sidamanik 16 KM untuk tahun 2018 ini.

"Pembangunannya harus konprehensif antara drainase dan jalan. Pengawasan kualitas juga sangat penting karena salah satu faktor utama ketahanan bangunan selain pemeliharaan" terang mantan Gubernur salah satu Prodi Unika St Thomas Medan ini.

APBD 2018

Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran (TA) 2018 menjadi Peraturan Daerah (Perda) 27/11/2017 lalu sebesar Rp 3,1 triliun.

Rinciannya, belanja langsung Rp1,6 trilun lebih dan belanja tidak langsung Rp1,4 trilun lebih. Diperhitungkan defisit Rp340 miliar lebih.

Pra pengesahan, dalam dokumen pengantar nota keuangan APBD 2018 yang disampaikan 31/10/2017, Bupati Simalungun Dr JR Saragih MSi menyatakan, bahwa prioritas pembangunan di tahun 2018 adalah bidang infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Selain itu nota Kesepakatan Badan Anggaran DPRD dan tim anggaran Pemkab Simalungun  memuat pendapatan daerah sebesar Rp 2,77 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Tahun Anggaran (TA) 2018, naik sebesar Rp 113, 1 miliar dari 2017.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 662,6 miliar yang terdiri dari pendapatan pajak daerah Rp 90, 3 miliar; retribusi daerah Rp 15,2 miliar; pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 25,5 miliar dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah Rp 531,6 miliar.

Dana perimbangan  Rp 1,73 triliun yang terdiri dari dana transfer umum Rp 1,2 triliun dan dana transfer khusus Rp 440,5 miliar.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, yang ditargetkan pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 378,3 miliar terdiri dari, pendapatan hibah dari pemerintah Rp 7 miliar, Dana Bagi Hasil Pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya sebesar Rp 77,3 miliar dan Alokasi Dana Desa Rp 294 miliar.

Sumber pendapatan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Simalungun, Sarimuda Purba.

(Katas)

Comments
0 Comments

0 comments :