Anjing Temukan Sabu 1 Ton dari 3 Ton, Bendera Kapal Belum Ditemukan

Batam, sentranews.com-
Anjing menemukan narkoba jenis sabu golongan I seberat 1  ton 29 Kg dari sebelumnya 3 ton, setelah hari  ke tiga penangkapan  Kapal MV Sunrise Glory.

Anjing tersebut merupakan milik Bea Cukai Batam dengan sebutan K-9 atau anjing pengendus.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman mengakui keberhasilan anjing  tersebut. Diakuinya,  Tim WFQR Lantamal IV/ Lanal Batam, BNN Pusat, Bea Cukai Pusat serta Bea Cukai Batam tidak berhasil menemukan sabu dari pagi hingga sore 9/2/2018.

"-setelah petunjuk anjing, red- tepat pada pukul 18.00 WIB 9/2/2018 Tim berhasil menemukan barang bukti tersebut," kata Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman kepada wartawan (10/2/2018).

Modusnya kapal ikan dan pengalihan perhatian muatan dengan tumpukan beras di palka bahan makanan. "Penyimpanannya ditumpuk dengan beras. jadi sabunya disimpan di bawah, sedangkan di atasnya disimpan beras,"  ungkapnya.

Taufik menjelaskan, total keseluruhan sabu dalam kapal seberat 3 ton lebih. Sebanyak 1,3 ton telah diturunkan di Australia, yang tempat tepatnya  masih dilakukan pengembangan.
Sisanya 1,7 ton berada di kapal tersebut, namun ditemukan masih 41 karung seberat 1 Ton 29 Kg. Sampai saat ini sebanyak 671 Kg  masih pencarian.

Bendera Kapal Belum Ditemukan

Kronologisnya, Rabu 7/2/2018  KRI Siguror menangkap MV Sunrise Glory di perairan Selat Philips, dengan koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas di luar TSS dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura.

Menurut Taufiq, MV Sunrise Glory seharusnya berbendera Indonesia karena seluruh dokumen kapal berasal dari Indonesia. Saat pemeriksaan dokumen yang ada dikapal, ada indikasi kapal menggunakan dokumen palsu.

Kapal ditarik ke Dermaga Batu Ampar Batam dan diserahterimakan pukul 16.00WIB  8/2/ 2018 dari KRI Siguror ke Lanal Batam.

Kemudian pukul 15.00 9/2/2018 kapal MV Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam dilanjutkan pengecekan ABK Sunrise Glory oleh tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat, dan BC Batam.

Sesuai informasi dari nakhoda, kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Taiwan. Namun, setelah dicocokkan dengan dokumen Port Clearance, kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Thailand.
Semua dokumen yang dimiliki kapal hanya fotokopi atau tanpa dokumen asli. Kapal ini akan digunakan menangkap ikan di perairan Taiwan. Namun, tak satu pun ikan hasil tangkapan dan alat tangkap ikan ditemukan.

Masih menurut Taufiq, Kapal itu juga diduga phantom ship karena berbendera ganda. Kapal diduga memiliki nama Sun De Man 66.

Itu artinya, kemungkinan kapal memiliki beberapa nama dan diduga pernah menjadi target operasi (TO).

(Red)

No comments

Powered by Blogger.