Thursday, March 15, 2018

Tersangka, JR Saragih Diperiksa 19 Maret ini

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Thursday, March 15, 2018    

Sumut, sentranews.com-

JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto, akan diperiksa 19/3/2018 yang akan datang.

Penetapan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut sekaligus pengarah Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut Kombes Pol Andi Rian di Kantor Bawaslu Sumut Jalan Adam Malik, Medan, Kamis malam (15/3/2018).

JR Saragih dikenakan ketentuan Pasal 184 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun.

"Berdasarkan hasil gelar tim Gakkumdu, hari ini saudara JRS ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan menggunakan surat palsu, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada," kata Andi.

Tim Gakumdu memiliki alat bukti yang cukup berupa fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir yang disita dari KPU Sumut, pelapor, dan speciment tandatangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menerbitkan surat yang menyebut tidak pernah melegalisir fotokopi ijazah SMA JR Saragih dan didukung pernyataan lisan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ardianto Selasa lalu (12/3/2018) lalu.

"Pernah terbit surat dari kepala dinas yang menyatakan mereka tidak pernah legalisir ijazah nomor sekian, dengan dasar itu kita lakukan penyelidikan," kata Andi sambil mengakui tidak mengejar siapa pelaku melainkan hanya menyasar pemilik ijazah.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, Tim Gakkumdu Sumut akan mengirimkan  surat panggilan hari ini (16/3/2018), yang telah diterbitkan sehari sebelumnya kepada JR Saragih untuk diperiksa pada Senin (19/3/2018) mendatang.

Sebelumnya, (6/3/2018) lalu, Tim Gakumdu telah menyita berkas pendaftaran JR Saragih dari Kantor KPU Sumut atas dugaan pemalsuan leges fotokopi ijazah SMA, menindaklanjuti laporan Nurmahadi ke Bawaslu Sumut pada 2 Maret 2018 lalu.

Diketahui JR Saragih lulusan tahun 1990 dari SMA Ikhlas Prasasti, Jakarta. Sementara sekolah tersebut telah tutup sejak tahun ajaran 1993/1994.

Dua Kali Gagal Dalam Satu Masa

JR Saragih adalah Bakal Calon Gubernur Sumut 2018 didampingi Ance Selian, yang diusung Demokrat, PKB, dan PKPI.

Pasangan JR Saragih-Ance  gagal untuk kedua kalinya dalam satu masa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, karena JR Saragih tersandung legalisir ijazah bermasalah.

Gagal kedua kalinya adalah melalui berita acara hasil pelaksanaan putusan Bawaslu Sumut Nomor 01/PS/BWSL.SUMUT.02.00/II/2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut.

Berita acara ini disampaikan KPU Sumut kepada pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 JR Saragih-Ance Selian di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Kamis (15/3/2018).

Berita Acara itu berisi kesimpulan KPU Sumut, yang menyatakan pasangan JR Saragih-Ance  Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

Kegagalan sebelumnya adalah tidak adanya nama pasangan tersebut dalam penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023, sesuai keputusan KPU Sumut Nomor 07/PL/03.3-Kpt/12/Prov/II/2018 tentang penetapan pasangan calon Pilgub Sumut 2018-2023.

(Red)

Comments
0 Comments

0 comments :