Hendropriyono: Balantika Politik, Enough is Enough!

SentraNews.com-

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono akan segera undur diri dari dunia politik saat Kongres Luar Biasa PKPI yang akan segera dilaksanakan.

Kejujuran itu disampaikan Hendropriyono setelah PKPI dinyatakan KPU  menjadi peserta pemilu, di Kantor KPU RI (13/4/2018).

"Saya pribadi sudah merasa cukup, dan cukup, adalah cukup untuk mengabdi di belantika politik nasional," ungkap dia.

Menurut Hendropriyono, PKPI adalah partai politik yang pertama dan terakhir diikuti, meski pernah sebagai menteri pada tiga periode yang berbeda.

"Sekarang saya dapat pengalaman di partai politik, susah payah setengah mati saya baru tahu. Oh, inilah parpol," kata dia. "Sekarang lengkaplah sudah kacamata saya," tambahnya.

Ia juga menambahkan, salah satu alasan dirinya mundur dari dunia politik adalah karena usianya yang semakin tua. Bulan Mei berusia 73 tahun. "Enough is enough. Kalau tidak mau berhenti juga nanti diberhentikan oleh Tuhan," kata Hendropriyono.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut menegaskan tak akan menarik mundur keputusannya meski tak sedikit kadernya yang tetap ingin dipimpinnya.

"Ini sengaja saya bicara di sini karena banyak di internal partai yang mau saya terus bercokol di PKPI," kata dia.

Hendropriyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PKPI dalam Kongres Luar Biasa di Jakarta, Agustus 2016. KLB itu dihadiri utusan 33 provinsi dan 498 kabupaten/kota se-Indonesia.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019 berdasarkan hasil putusan PTUN Jakarta Timur pada 11 April 2018.

Penetapan peserta dan nomor urut PKPI sebagai peserta Pemilu tersebut digelar dalam rapat pleno terbuka KPU RI di Kantor KPU RI dan menetapkan PKPI dengan nomor urut 20 sebagai peserta Pemilu 2019 pada 13/4/2018.

Sebelumnya PKPI tidak lulus peserta pemilu berdasarkan surat keputusan KPU Nomor 58/ PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018 Tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2019 bulan Februari lalu.

(Redaksi)

No comments

Powered by Blogger.