Tuesday, May 1, 2018

Marianus Tarigan dan Rumahnya Terbakar Saat di Intimidasi OTK

Ditulis oleh: Redaksi sentranews.com     Tuesday, May 1, 2018    

Batam, SENTRAnews.com-

Warga Batam yang difasilitasi Wirya Putra Silalahi memberikan simpati kepada korban Marianus Tarigan dan Roy Sipahutar atas kejadian penggusuran, yang mengakibatkan korban luka bakar, pengrusakan rumah, dan penganiayaan.

Kejadian 30/4/2018 lalu itu terungkap saat saksi korban Roy Sipahutar menjelaskan kepada wartawan dihadapan beberapa warga yang memberikan simpati, di suatu tempat di Batam.

Tokoh masyarakat Batam, Wirya Putra mengharapkan agar permasalahan ini diusut tuntas pihak kepolisian, pihak perusahaan memberi perhatian kepada korban luka bakar hampir sekujur tubuhnya dan korban penganiayaan, dan oknum TNI yang diduga terlibat diproses instansinya.

Hal itu diungkapkan Wirya setelah mengetahui detail kejadian dari korban penganiayaan Roy Sipahutar.

Berikut penjelasan Roy Sipahutar pada pertemuan tersebut:

Telah disepakati biaya pengganti sebesar Rp 8 juta pada 28/4/2018 antara perusahaan dan warga yang difasilitasi salah satu Ketua RT, Lukas di Sei Binti, yang akan diberikan pada 30/4/2018.

Ironinya, korban ini mengalami intimidasi pada dini hari dari OTK dengan lemparan batu ke rumahnya. Berlanjut pada pagi hari 30/4/2018 sekelompok orang tak dikenal (OTK) mengelilingi tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan penutup muka dan penutup kepala.

Beberapa OTK juga mendatangi rumah korban Marianus. Saat itulah Marianus dan rumahnya terbakar. Kemudian Roy mendatangi rumah Marianus setelah mendengar jeritan istri Marianus.

Dilihat Roy, istri Marianus ditahan OTK dan Marianus juga dikelilingi OTK, sedangkan rumahnya dibiarkan terbakar. Ketika itu terlihat juga anggota TNI AD.

Dibelakang rumah korban terlihat alat berat dari pihak perusahaan penggusur bergerak menuju rumah korban. Roy berupaya menghalau alat tersebut agar tidak merobohkan rumah mereka berdua. Saat itulah terjadi penganiayaan dan pengeroyokan Roy oleh sekitar 5 OTK.

"Tadinya kita sudah tenang karena sudah ada kesepakatan (28/4/2018), dengan ganti kerugian Rp 8 juta dan bongkar sendiri," ungkap Roy yang diamini salah seorang warga bernama Salmon Tarigan, yang turut mengetahui kesepakatan tersebut.

Di luar dugaannya, sebut Roy, bukan ganti rugi yang diberikan perusahaan melainkan intimidasi dan perobohan paksa.

Informasi terakhir, rumah kedua korban tersebut telah rata dengan tanah. Kedua keluarga mengungsi di tempat keluarga dekatnya di suatu tempat di Batam.

Kejadian sadis ini telah dilaporkan korban dan keluarga kepada Polsek Sagulung pada hari kejadian.

Informasi lainnya, korban Marianus masih dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam. Sedangkan dua orang anak berusia 5 tahun dan ibunya, yang melihat kejadian tersebut mengalami trauma.

"Kita kawal bersama-sama persoalan ini sampai tuntas," tutup Wirya dipenghujung pertemuan dengan korban Roy dan perwakilan keluarga Marianus dari Merga Silima Batam.

(Redaksi)

Photo: Kondisi korban Marianus Tarigan di RSUD Embung Fatimah.



Comments
0 Comments

0 comments :