Mv. Neha IMO 8701519 Harus Pindah Labuh

Batam, SENTRAnews.com-

Kapal kargo MV. Neha IMO 8701519 sampai saat ini tertahan di dock shipyard Paxocean  di tanjung Uncang Batu Aji Batam, Pemiliknya Bulk Blacksea Inc ( BBI) meminta pemindahan labuh ke tempat yang lebih terjamin keamannya.

Permintaan tersebut disampaikan Ship Owner Neha dari BBI, Raef Sharaf El Din bersama Kuasa Hukumnya Chandra Motik berdasarkan rekomondasi dari Menteri Perhubungunan dan Menteri Kordinator Politik Keamanan dan Hukum, serta putusan verzet No.75/ PLW/2017/PN.BTM atas putusan verstek No. 15/PDT.G/2017/PN.BTM Pengadilan Negeri Batam.

"Kami hanya minta kapal bisa olah gerak (pindah labuh dan  tidak keluar Batam-red) untuk keamanan & kenyamanannya. ," pinta Raef.

Pemindahan pelabuhan lain dikarenakan adanya upaya-upaya penguasaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan adanya putusan lain diluar putusan oleh Wakil Panitera Pengadilan Negeri Batam.

"Kapal MV. Seniha's (Neha-red) No. IMO 8701519 telah disita Pengadilan Negeri Batam pada tanggal 24 Juni 2016 sampai dengan saat ini, sebagai jaminan dalam perkara Perdata No. 15/PDT.G/2017/PN.BTM," tulis dan tandatangan Wakil Panitera Pengadilan Negeri Batam, Kamal Abdul Naser 12/12/2017 dalam selembar kertas berkop surat Pengadilan Negeri Batam.
Pihak-pihak yang tidak bertanggung tersebut diduga berinisial  R bersama puluhan orang, pernah menduduki kapal MV. Neha tanpa ijin.

Ndilalahnya, terekam salah seorang Jaksa dari Kejaksaan Negeri Batam mengintervensi agar kapal tersebut tidak berlayar (dipindahkan-red), dengan mendatangi KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Batam.

Informasi yang dihimpun SENTRAnews.com, prinsipnya Kantor Pelabuhan Batam tidak keberatan kapal MV Neha melakukan olah gerak untuk pindah labuh di perairan di Batam, sepanjang ada kebijakan Kepala BP Batam.

Informasi lainnya, pemalsuan tanda tangan Ship Owner BBI telah dilaporkan Raef ke Bareskrim Polri 16/11/2017, masih tahap penyelidikan. Saksi terlapor telah tiga kali dipanggil, namun tidak datang. Raef mengharapkan proses hukumnya ditangani serius oleh penyidik. "No negotiation (tidak ada perdamaian pemalsuan-red)," tegas Raef.

Kisahnya, Kapal MV Neha labuh sejak sejak 2010 untuk keperluan perbaikan. Setelah perbaikan agen kapal menciptakan masalah dengan tagihan yang tidak wajar, berkisar U$ 1,3 juta lebih pada tahun 2012  disertai penyanderaan kapal. Persoalan yang baru timbul saat terjadi transaksi jual beli tanpa persetujuan pemilik kapal tahun 2015.

Kapal MV Neha yang kini berbendera Djibouti adalah ex Kapal MV Seniha-s ex Eastwind Rhine berbendera Panama berspesifikasi tipe bulk cargo, tahun pembuatan 1990/2008 GT 17.895 ton dan net tonage 9137 ton. Kapal ini digerakan UN Motor  Diesel 6 Silinder dengan engine H.Cegielski B & W, sedangkan panjang dan lebar kapal adalah 170,10 meter dan 25,30 meter.       

(Redaksi)

Photo: Raef (Baju biru) saat mengunjungi Kapal MV Neha

No comments

Powered by Blogger.