Catatan Tertinggal: Penjelasan Konsensus Warga Baloi Kolam dan BP Batam

Batam, SENTRAnews.com-

Warga Baloi Kolam merasa terusik dengan pernyataan yang dilontarkan Kepala Badan Pengusahaan Batam dan Walikota Batam, yang mempersoalkan keberadaan mereka di Baloi Kolam, berujung pada konsensus.

Berikut konsesi Warga Baloi Kolam dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada 15 Mei 2018 lalu, yang dijelaskan Uba Ingan Sigalingging kepada SENTRAnews.com:

1. Menyatakan sepakat untuk tidak membuat pernyataan di media yang dapat menimbulkan keresahan.

Hal ini disepakati karena Kepala BP Batam, Lukita pernah menyampaikan kepada publik, bahwa pemindahan warga Baloi Kolam harus tuntas tahun 2018 ini dan tidak ada lagi kavling siap bangun.  "Masih banyak prioritas yang harus diselesaikan BP Batam, kok menyasar Baloi Kolam?," tambah Uba keheranan.

2. Menyatakan sepakat bahwa kebutuhan perumahan merupakan dasar manusia

3. BP Batam dan Warga Baloi Kolam sepakat, bahwa pemenuhan kebutuhan pemukiman Warga Baloi Kolam harus dilakukan secara konstitusional, yang artinya dilakukan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Poin 2 dan 3 adalah bagian dari mengusir kemiskinan rakyat, bukan mengusir rakyat miskin. BP Batam harus mengutamakan kepentingan rumah tinggal rakyat daripada pengusaha. Warga Baloi Kolam berhak mendapatkan rumah tinggal yang layak.

4. Sepakat untuk melakukan penyelesaian sesuai dengan tahapan penyelesaian yang direncanakan.

Dalam penyelesaian, BP Batam harus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan status lahan Baloi Kolam.  Sebagai lembaga operator Pemerintah yang berwenang mengenai lahan di Batam, BP Batam harus menyelesaikan secara langsung dengan Warga Baloi Kolam.
"Jangan dihadapkan dengan pihak lain. Pengusaha atau pun Walikota Batam, dan pihak lainnya," tegas Uba. "Apa kepentingan Walikota Batam menentukan ganti rugi, sementara kewenangan soal lahan ada di BP Batam?," tambah Uba.

Konsensus ini dibuat setelah adanya pergerakan Warga Baloi Kolam ke BP Batam pada 15/5/2018 lalu.
(Redaksi)

No comments

Powered by Blogger.