KM Sinar Bangun Membentur Sesuatu Akibatkan Korban Ratusan Jiwa

Sumut, SENTRAnews.com-

Penyidik tenggelamnya KM Sinar Bangun menemukan, bahwa saat berlayar salah satu bagian kapal  membentur sesuatu  yang belum diketahui jenisnya, mahluk hidup atau benda mati yang mengakibatkan mesin mati dengan sendirinya.

Temuan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian R Djajadi setelah mendengar keterangan saksi-saksi.

Djajadi menjelaskan detik-detik kejadian 18/6/2018 tersebut bahwa setelah lepas labuh, kapal berlayar sekitar pukul 17.30 Wib membentur sesuatu sehingga mesin mati. Kapal berhenti dan terbalik ke arah sebelah kanan dengan kondisi terapung selama sekitar 5 menit. Pada pukul 17.35 Wib kapal tenggelam keseluruhan, sedangkan para penumpang berupaya berenang untuk menyelamatkan diri.

4 Tersangka

Polisi menetapkan 4 tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, yaitu nakhoda kapal dan tiga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Samosir.
"Tersangka berinisial PSS, KS, FP dan PS," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan Senin (25/6).

PSS adalah nahkoda KM Sinar Bangun. Sedangkan dari Dinas Perhubungan Samosir adalah  KS anggota anggota honor Pos Pelabuhan Simanindo, FP Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, dan RS Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir.
Tersangka PSS diketahui tidak memegang izin berlayar, memuat kapal melebihi kapasitas,  mengangkut barang (sepeda motor) yang tidak dibenarkan.

Sementara tersangka dari Dinas Dinas Perhubungan dikarenakan tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya mengatur jumlah penumpang dan mengawasi kegiatan kapal, serta memungut retribusi atas pelanggaran.

Kesalahan atau kelalaian tersangka telah mengakibatkan korban jiwa. "Mereka memenuhi unsur -jadi tersangka-," jelas Paulus.

Di waktu dan tempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian R Djajadi menjelaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUHPidana. "Ancamannya pidana kurungan selama maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar," jelasnya.

Para tersangka melayarkan KM Sinar Bangun untuk mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi tonase atau jumlah penumpang. Kapasitas 45 orang dan tidak boleh mengangkut barang tetapi memuat 150 penumpang dan mengangkut 70 sepeda motor.

Sampai berita ini diturunkan  korban yang ditemukan masih berkisar 21 orang, 18 selamat dan 3 meninggal. Kini telah berjumlah 22, setelah ditemukan 1 orang meninggal dipesisir danau. Pencarian masih dilakukan Basarnas dengan menelusuri danau dengan kapal dan helikopter.

(Redaksi)

No comments

Powered by Blogger.