Budaya Hormat Kereta di KAI


Jakarta, SENTRAnews.com-
Budaya hormat  kereta dengan gestur tubuh menunduk saat  hendak meninggalkan  stasiun oleh petugas Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelayanan penghormatan kepada para penumpang, sempat timbul penilaian pro kontra masyarakat media sosial.

Peningkatan pelayanan dengan budaya hormat menyilangkan tangan di dada dan badan sedikit membungkuk itu  dilakukan porter, petugas keamanan atau petugas lain di stasiun.
Pro dan kontra tersebut antara mengapresiasi dan mengeritik gestur hormat tersebut. Pengeritik menganggap budaya hormat tersebut berlebihan, tidak sesuai dengan budaya Indonesia melainkan seperti mengikuti budaya Jepang, dan terkesan merendahkan petugas di hadapan penumpang. 

"Padahal, di Jepang biasanya tradisi menundukkan badan itu akan dibalas juga dengan gestur yang sama oleh pihak lain," kata seorang masyarakat medsos memention akun twiter PT. KAI di bulan Oktober lalu.

Menyikapi hal tersebut Kepala Humas PT KAI Agus Komaruddin mengatakan dilaman Kompas.com-, budaya hormat dengan gestur tubuh demikian sudah dilakukan sejak ada instruksi dari direksi PT KAI, tepatnya 14 Agustus 2018 lalu. Gestur tersebut pertama kali dilaksanakan di Daerah Operasional 1 Jakarta.

Tujuan  pemberian salam hormat atau salam terima kasih itu adalah sebagai  peningkatkan pelayanan ( service excellence) kepada para penumpang kereta api. Hal ini telah melalui pengkajian
"Jadi memang, kalau mengenai masalah pro kontra dan sebagainya ya monggo, silakan. Masing-masing perusahaan kan punya cara atau perilaku yang mungkin secara formatnya berbeda" ujarnya. "Tidak ada (adaptasi budaya negara lain)," tambah Agus.

Tidak semua Stasiun

Gestur hormat yang dilakukan oleh petugas KAI tersebut tidak diberlakukan di semua stasiun. "Ini khusus untuk stasiun-stasiun pemberangkatan kereta api jarak jauh atau intercity," tutur Agus.
Pihaknya, menerima segala saran dan masukan yang diberikan oleh berbagai pihak. Hal tersebut dinilai PT KAI suatu bentuk apresiasi terhadap layanannya.

"-Setakat  ini belum akan melakukan perubahan terkait gestur hormat tersebut namun- Kami tetap melakukan evaluasi juga," kata Agus.
Editor: Icon

No comments

Powered by Blogger.