Dana Partisipasi dan PAD Gelper Perlu Ditingkatkan

Batam, SENTRAnews.com
Fenomena menggeliatnya hiburan gelanggang permainan elektronik (Gelper) saat ini di Batam, mendapat apresiasi dari seorang pegiat sosial yang juga salah satu pendiri media di Batam, Simson Sigiro.

Simson mengharapkan pengusaha hiburan Gelper sebaiknya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam dan dana partisipasi sosial ke masyarakat. "Agar menjadi usaha 'tanaman tua'," pinta Pengacara ini berdiplomasi.

Hal itu disampaikannya setelah menyampaikan jalan panjang hiburan Amusemen menjadi Gelper. Berikut petikan wawancaranya:

INFORMASINYA anda di Batam sejak 1995, selama 24 tahun, bagaimana pariwisata hiburan khususnya gelper di Batam?

Saya sedikit cerita. Sejak 1995 di Batam saya mengenal  hiburan game dengan sebutan Amusemen, sekarang disebut Gelper. Para gamer waktu itu kebanyakan dari kalangan pengusaha lokal, pengusaha luar dan expatriat.  Sangat ramai!!!.  Memang tempatnya terbatas karena hanya beberapa titik di pusat bisnis dan hotel tertentu.  Tidak ada di pemukiman warga (perumahan-red).

HIBURAN apa yang anda lihat di Gelper?

Asiknya saja. Para gamer asik dengan mesin gamenya masing-masing. Ada juga sambil bermain, mereka bercanda ria bersama temannya. Tahun 90-an itu tidak jarang para gamer membawa pendampingnya laki-laki atau perempuan.  Ruangan game akan terdengar sorak-sorai saat mesin game mengeluarkan kredit bonus. Kesan hiburannya sangat terlihat jelas. Sekarang saya melihat para gamer tidak seceria dan serileks dulu. Mungkin mesin gamenya "nakal" atau gamer yang bosan ceria. Hahaha….

BAGAIMANA cara bermain game dan mendapatkan hadiahnya?

Dulu gamer beli kredit yang diisi langsung ke mesin game untuk dimainkan, sekarang gamer beli kredit dengan koin untuk dimasukan ke mesin game. Kalau gamer tidak main lagi, ketika itu kredit di mesin game hanya diganti dengan hadiah lembaran kertas ukuran kartu nama dilaminating bertuliskan angka, nomor seri  dan nama tempat Amusemen yang diberikan wasit kepada gamer. Sekarang  gamer menerima hadiah berupa tiket kecil berseri dan bergambar, yang bentuknya memanjang seperti tali. Ada juga koin dapat koin. Barangkali pergantian cara bermain dan hadiah itu dikarenakan  ganti nama dari Amusement menjadi Gelper. Hahaha….

BAGAIMANA anda melihat perkembangan hiburan Gelper ini?

Nasib hiburan Gelper dari dulu sampai sekarang hampir sama. Entah mengapa selalu buka tutup seperti usia tanaman muda. Dulu ada amusemen eksekutif di beberapa hotel dengan sistem member, tidak terbuka untuk umum. Tidak tahu sekarang, ada gak ya?.    Meski kondisinya seperti tanaman muda, perkembangannya memang luar biasa beberapa tahun terakhir ini karena hampir ada di setiap kawasan bisnis terpadu dan kawasan bisnis terbatas.

Perkembangan dari sisi pemerintahan anda mungkin tahu, masa Batam sebagai kota administratif perijinan dan pengawasan Amusemen bearada di Otorita Batam (Badan Pengusahaan Batam) sekarang setelah Gelper berada di Pemko Batam.

APA untungnya bagi daerah dan masyarakat dari hiburan Gelper?

Oh!!!. Keuntungannya terang dan jelas pendapatan asli daerah (PAD) meningkat karena menjamurnya Gelper sudah tentu mesin gamenya bertambah dan putaran ekonominya makin tinggi. Pendapatan daerah itu adalah pajak hiburan berupa pajak hadiah dari jumlah penukaran dan pajak mesin pertahun. Untuk sebagian masyarakat juga mendapat keuntungan berupa dana partisipasi social dari pengelola Gelper.

APA saran anda menjamurnya Gelper?

Pengelola perlu meningkatkan pendapatan asli daerah dan dana partisipasi sosialnya agar usaha hiburan Gelper kelak dapat berubah dari 'tanaman muda' menjadi 'tanaman tua'. Pendapatan daerah untuk pemerintah dan partisipasi social itu untuk masyarakat non pemerintah.

KONON ada negatifnya hiburan Gelper, bagaimana menurut anda?

Segala sesuatu ada negatifnya. Anda bawa ke negatif akan menjadi negatiflah dia, anda bawa ke positif menjadi positif jugalah dia. Persoalan seperti ini adalah teori magnet.  Saya sependapat dengan seorang mantan Pemegang Komando di salah satu satuan TNI begini, "kalau kamu menilainya buruk jangan masuki dan jangan turut melakukan."*.
(Redaksi,Editor Priston).      

No comments

Powered by Blogger.