Bea Cukai Terapkan Sistem Aplikasi Pengiriman, Kiriman Terlambat

Batam, SENTRAnews.com-

Pengiriman segala jenis paket dua bulan terakhir menelan waktu 7 sampai 10 hari paling cepat sampai di tujuan, sebagaimana temuan SENTRAnews.com- beberapa waktu lalu, diakibatkan Bea Cukai telah menerapkan aplikasi Pengiriman kepada perusahaan jasa titipan (PJT)

"Mulai tanggal 29 Januari lalu, kami mengimplementasikan sistem aplikasi barang kiriman. Hal-hal yang membuat lambatnya layanan barang kiriman, adalah data PJT yang belum sinkron dengan CEISA (Customs-Excise Information System and Automation) kami, serta barcode yang belum standar," kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Sumarna di Tribun. "Ini bukan peraturan baru," tegasnya.

Menurutnya, PJT yang tidak mau patuh menselaraskan  sesuai sistem yang dibuat Bea Cukai. "Kami sudah melakukan asistensi dan edukasi jauh-jauh hari sebelumnya, PJT sepertinya tidak segera menyesuaikan dengan sistem aplikasi kami," ujarnya.

PJT dan BC melakukan evaluasi untuk mengatasi permasalahan perlambatan pengiriman. Termasuk penambahan personil di semua tempat pemeriksaan ini. "Kami dengan PJT lagi terus berusaha mensinkronkannya," kata Sumarna.

Paket U$ 75 per Hari Terdeteksi

Ditempat terpisah, Manajer Penjualan Kantor Pos Batam M Taufik mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), pengiriman barang dibawah 75  dolar AS per hari dari Batam ke daerah pabean bebas bea.

"Meski berbeda PJT, melebihi angka itu harus dikenakan pajak sepanjang nama dan alamat tujuan sama," ungkapnya.

Misalnya, mau kirim online shop ke Jakarta atas nama M Taufik, lewat pos nilai barangnya 20 dolar AS. Kirim lagi lewat JNE dan JNT dengan nama dan alamat yang sama, nilai barangnya 20 dolar AS, kirim lagi lewat Lion Parcel dengan nama dan alamat sama 20 dolar AS, dengan jasa lain nilai barangnya 30 US dolar. "Nah!. Kelebihan dari 75 US dolar ini, dikenai pajak," kata Taufik.

Sistem Aplikasi Pengiriman Bea Cukai dapat mendeteksi total harga barang dari semua PJT, sehingga kebocoran pendapatan negara dapat diselamatkan.

(Redaksi, Priston)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.