Gegara Rp 7 M Ketua APVA Aniaya Warga Malaysia

Batam, SENTRAnews.com-

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia 2016-2020, Amat Tantoso melakukan penganiayaan berat kepada warga negara Malaysia, Kelvin Hong di Batam gegara hutang piutang Rp 7 miliar dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Amat Tantoso menganiaya korban menggunakan satu buah pisau sejenis sangkur dengan menusuk bagian tubuh.

Penganiayaan terjadi di restoran Wei-Wei Harbour Bay 10/4/2019 sekitar pukul 19.16 WIB karena korban belum menandatangani cek sebesar Rp 7 miliar sebagai pembayaran hutangnya.

"Tersangka memiliki sebuah money changer, dari kegiatan money changer ini ada seorang karyawan atas nama M. Karyawan ini(M) meminjamkan uang kepada korban (Kelvin) sebesar Rp 7 miliar. Kejadian tersebut kemudian diketahui tersangka dan memerintahkan saksi M untuk menagih pinjaman uang Rp 7 miliar tersebut kepada korban," terang Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki  kepada wartawan di Mapolresta Barelang, 11/4/2019 lalu.

Sebelum peristiwa penganiayaan, sebut Hengki, di Sukajadi sekitar pukul 15.00 WIB karyawan tersangka berinisial M telah bertemu dan menerima cek senilai Rp 7 miliar yang belum ditandatangani dari korban

"Korban akan menandatangani (cek-red) setelah bertemu di restoran Wei-Wei Harbour Bay dengan tersangka," jelasnya.

Saat bertemu, korban tidak mau menandatangani. "Terjadilah peristiwa penusukan oleh tersangka terhadap korban," ungkap Hengki.

Barang bukti yang berhasil diamankan, sebut Hengki, satu buah pisau sejenis sangkur dan pakaian milik korban dan tersangka.

Terpantau, sampai berita ini dilansir tersangka Amat Tantoao masih berada di Polresta Batam.

(Jefry, Redaksi)

Photo, Amat Tantoso (baju batik) usai memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Batam dalam perkara pemerasan akhir tahun 2018 lalu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.